Diduga Peras Cewek Michat, Oknum Polisi Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara

Foto ilustrasi.

Beritabalionline.com – Oknum anggota polisi yang diduga memeras cewek Michat berinisial MIS (21), Ryanzo Christian Ellyssy Napitupulu alias Joe, akhirnya dituntut 3 hukuman tahun penjara.

Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali A. Luga Herlianto saat dikonfirmasi, Senin (24/5/2021), membenarkan soal tuntutan jaksa itu. “Benar, yang bersangkutan (terdakwa Joe) dituntut hukuman tiga tahun penjara, ” ujar pejabat yang akrab disapa Luga ini.

Sementara untuk terdakwa Slamet Halim Kusuma alias Pak Halim yang merupakan rekan Joe saat menjalankan aksinya dituntut 2 tahun hukuman penjara.

Luga juga menjelaskan kenapa terdakwa Joe dituntut lebih tinggi dari Pak Halim. Menurut Luga, Joe dituntut lebih tinggi karena dianggap sebagai perencana dan yang mengatur sehingga terjadinya tindak pidana tersebut.

“Selain itu terdakwa Joe ini kan oknum anggota polisi, seharusnya dia itu kan mencegah terjadinya tindak pidana, bukan sebaliknya malah melakukan tindak pidana, ” terang  Luga.

Untuk diketahui, kedua terdakwa ini dituntut hukuman 3 dan 2 tahun penjara karena dianggap melakukan tindak pidana, yakni memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan supaya orang itu memberikan barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain.

Perbuatan kedua terdakwa ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 sebagaimana dimaksud pada dakwaan Pertama Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Ayu Wahyuni Mesi .

Atas tuntutan itu kedua terdakwa langsung mengajukan pembelaan secara lisan. Sehingga pada sidang pekan depan sidang sudah masuk pada agenda putusan hakim.

Sepeti diberitakan sebelumnya, oknum polisi yang bertugas di Polda Bali berinisial RCN dilaporkan ke Bid Propam Polda Bali, pada Jumat (18/12/2020) sore.

BACA JUGA:  Nekat Embat Barang di Toko, Pria Ini Digelandang ke Kantor Polisi

Anggota polisi aktif yang bertugas di Satuan Identifikasi itu dilaporkan atas kasus pemerasan oleh MIS (21), seorang wanita panggilan melalui aplikasi Michat. Korban tidak terima karena selain dirinya disetubuhi secara gratis, oknum polisi itu mengambil handphone miliknya dan minta tebusan Rp1,5 juta. (sar)