KM Bandar Nelayan Bocor di Samudera Hindia, 19 ABK Dievakusi ke Benoa

ABK KM Bandar Nelayan 188 saat tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kapal milik TNI AL yakni KRI Escolar mengevakuasi 19 orang anak buah kapal (ABK) KM Bandar Nelayan 188 yang sebelumnya terombang-ambing di Samudera Hindia.

“KRI Escolar dengan membawa 19 orang ABK telah sandar di sebelah timur Pelabuhan Benoa tadi pagi,” kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada, Jumat (21/5/2021) di Denpasar.

Gede Darmada menerangkan, sebelumnya kapal penangkap ikan, KM Bandar Nelayan 188 berangkat dari Pelabuhan Benoa, Denpasar menuju Fishing Ground, Kamis (8/4/2021).

Namun KM Bandar Nelayan 188 mengalami kebocoran sehingga nyaris tenggelam di Samudra Hindia, Kamis (13/5/2021) sekitar pukul 09.10 Wita.

Menerima laporan dari pemilik kapal, Basarnas Bali kemudian berkoordinasi dengan JRCC Australian. JRCC langsung mengeluarkan broadcast darurat kepada kapal-kapal di area tersebut dan mengerahkan Perth Challenger menuju lokasi kecelakaan.

Upaya JRCC Australia melakukan pencarian membuahkan hasil dan menemukan posisi KM Bandar Nelayan, Sabtu (15/5/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu juga 20 ABK KM Bandar Nelayan dipindah ke kapal Australia Hamas Anzac dan dibawa ke Australia. Namun karena salah satu ABK bernama Darno mengalami cidera tangan, ia dipulangkan via udara dari Pert ke Jakarta sementara 19 temannya dijemput KRI Escolar.

“Setelah pemeriksaan medis yang dilakukan oleh kesehatan Pelabuhan Benoa, para ABK kemudian dibawa ke hotel untuk dilakukan isolasi,” jelas Darmada. (agw)

BACA JUGA:  Masa Pandemi, Ny Putri Koster Ajak Masyarakat Berjuang dan Berkreativitas