Jual Miras Oplosan Lewat Online, Pelaku Raup Omset Jutaan Rupiah Per Bulan

Pelaku saat diminta polisi mempraktikkan cara membuat miras palsu. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi dari Unit Tipidter Satreskrim Polresta Denpasar mengamankan pria bernama Saepudin alias Asep (33) lantaran memproduksi minuman keras (miras) palsu.

“Miras yang diproduksi oleh pelaku dijual secara online serta dijual ke warung-warung,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat ekspose kasus pengungkapan, Jumat (21/5/2021) di Mapolresta Denpasar.

Kepada polisi, pria asal Jakarta ini mengaku memperoleh bahan baku seperti alkohol, pewarna makanan dan bubuk perasa makanan dengan cara membeli di toko kue di seputaran Denpasar.

Sementara untuk botol bekas dan tutup miras, pita cukai palsu, stiker merk minuman dan alat lain dibeli di daerah Jakarta.

Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur secara manual sesuai merk dan jenis minuman keras yang akan diproduksi. Kurang dari lima menit, pelaku yang diminta untuk mempraktikkan berhasil membuat satu botol minuman dengan rasa sejenis anggur merah.

Kepada polisi, pelaku mengaku belajar membuat berbagai jenis dan merk minuman keras dari sosial media. Miras oplosan tersebut juga dijual melalui sosial media dan ke warung-warung.

“Miras dijual dengan harga berbeda-beda. Pelaku menjalankan aksinya dari bulan Februari 2021. Dari aksinya tersebut, pelaku meraup omset Rp5 juta sampai Rp7 juta per bulan,” beber Kapolresta.

Kombes Jansen menerangkan, sebelumnya pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait miras palsu yang dijual melalui media sosial.

Sepekan melakukan penyelidikan, petugas kepolisian akhirnya meringkus pelaku di areal parkir rumah makan siap saji di Jalan Kebo Iwa, Denpasar, Rabu (12/5/2021) sekitar jam 16.00 Wita.

Guna pengembangan, pelaku lalu dibawa ke rumah kosnya di Jalan Padang Luwih nomor 130 E, Kelurahan Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung.

BACA JUGA:  Mas Sumatri Serahkan BLT, Peduli Dampak Covid

Dari kamar kos pria ber KTP di Jalan Teluk Gong Timur nomor 3A, Desa Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ini, polisi menemukan 19 dus berisi botol kosong bekas miras berbagai jenis dan merk.

“Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” terang Kombes Jansen. (agw)