Di Masa Pandemi Covid, Peredaran Narkotika di Denpasar Cukup Tinggi, Ini Penyebabnya

Kasatresnarkoba Polresta Denpasar, AKP Losa Lusiano Araujo. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Keuntungan besar menjadi salah satu faktor pendorong sebagian oknum masyarakat untuk terjun menjadi bandar atau pengedar narkotika.

“Keuntungan besar menjadi motif pelaku menjadi pengedar atau bandar, meski ada juga yang karena faktor ekonomi,” kata Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Losa Lusiano Araujo, Jumat (21/5/2021) di Mapolresta Denpasar.

AKP Losa menyebut di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polresta Denpasar masih marak terjadi.

Dari data yang ada, kasus peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut hanya sedikit mengalami penurunan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Masih relatif sama dengan sebelum- sebelumnya, artinya pandemi Covid tidak terlalu berpengaruh terhadap peredaran narkotika,” tuturnya.

Namun lanjutnya, dikarenakan tempat hiburan malam yang selama ini ditengarai menjadi lokasi peredaran narkotika banyak yang tutup, pelaku merubah pola.

Mereka memanfaatkan tempat tinggal, rumah kos atau villa untuk ajang transaksi maupun pemakaian narkotika.

Disinggung langkah polisi dalam menekan peredaran narkotika, mantan Kasatreskrim Polres Gianyar menyatakan selain upaya penindakan, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan.

Di mana pihaknya memberikan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan instansi terkait tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. (agw)

BACA JUGA:  Ditemukan Sejumlah Luka, Pemilik Warung Diduga Jadi Korban Pembunuhan