Terbukti Bersalah dalam Kasus Dugaan Pencabulan, Oknum Sulinggih Dituntut 6 Tahun Penjara

Terdakwa oknum sulinggih dikawal petugas di PN Denpasar. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com  – Terdakwa I Wayan Mahardika yang sebelumnya disebut oknum Sulinggih yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pencabulan pada sidang Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (20/5/2021) dituntut hukuman 6 tahun penjara.

Juru Bicara II PN Denpasar, Made Putra Astawa,SH.,MH., menyampaikan bahwa JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 289 dan Pasal 290 ayat (1), serta Pasal 281KUHP atas dugaan tindak pidana pencabulan.

“Jaksa Kejati Bali yakni Purwanti dan Dayu Sulasmi menuntut terdakwa pidana penjara selama 6 tahun penjara. Dalam hal ini pihak Kuasa Hukum akan mengajukan pembelaan,” terang Putra Astawa, Kamis (20/5/2021).

Ditegaskan pula olehnya bahwa saat ini terdakwa sudah dititipkan di Lapas Kelas II A Kerobokan dan masih mengikuti proses sidang secara online dan tertutup.

Diketahui peristiwa yang dialami korban terjadi pada Sabtu dini hari, 4 Juli 2020 sekira pukul 01.00 Wita di Tukad Campuhan Pakerisan Desa Tampak Siring, Gianyar. Dugaan pelecehan itu dilakukan saat korban jalani ritual pelukatan (pembersihan) yang mana terdakwa bertindak selaku penyembuh.

Untuk selanjutnya, sidang yang dipimpin I Made Pasek,SH.MH, secara virtual di PN Denpasar akan dilanjutkan pada sidang pekan depan Selasa, 4 Mei 2021, dengan agenda pembacaan pembelaan dari pihak terdakwa kelahiran 1983 ini. (sar)

BACA JUGA:  Gadaikan Mobil Sewaan, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi