Cabuli Bocah di Bawah Umur, Kadek AB Dituntut 8 Tahun Penjara

Tersangka I Kadek AB. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Nasib mujur dialami pemuda bernama I Kadek AB (21). Meski melakukan pencabulan terhadap bocah perempuan di bawah umur, ia hanya dituntut pidana penjara 8 tahun.

Dalam sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Erawati Susiana menyatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Mohon majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun kepada terdakwa I Kadek Angga Budayasa, serta denda sebesar Rp5 miliar subsider 6 bulan penjara,” kata jaksa dalam sidang dengan majelis hakim yang dipimpin Hari Supriyanto, Kamis (20/5/2021) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Mendengar tuntutan, penasehat hukum terdakwa dari Posbakum Peradi Denpasar menyatakan akan melakukan pembelaan secara tertulis dalam sidang selanjutnya.

Dalam sidang jaksa menerangkan, kasus ini bermula dari korban berinisial FTS (8) pamit kepada ibunya bahwa ia akan pergi ke rumah temannya berinisial J dengan menggunakan sepeda gayung, Rabu (23/12/2020) sekitar pukul 13.30 Wita.

Sampai di tempat kos temannya, korban melihat seorang laki-laki (terdakwa) yang anak korban tidak kenal sedang duduk di depan kamar kos.

Di sana anak korban bertanya kepada terdakwa “Om J Ada?” yang kemudian dijawab oleh terdakwa “Ya ada, J ada di dalam”.

Ketika anak korban masuk ke dalam kamar kos untuk mencari J, tiba-tiba terdakwa ikut masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.

Saat korban mau keluar, terdakwa menarik korban dan mendorongnya ke kasur. Dengan beringas terdakwa lalu membuka celana dalam anak korban.

BACA JUGA:  Diduga Tertipu, Perusahaan Budidaya Lobster di Denpasar Alami Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Diperlakukan seperti itu, korban tidak mau sambil menangis. Namun terdakwa memegang tangan dan kaki korban. Terdakwa kemudian menarik paksa sampai celana dalam korban lepas. Di sana terdakwa melakukan perbuatan cabul kepada korban.

Puas melakukan aksi bejatnya, terdakwa menyuruh korban keluar kamar dan kemudian korban pulang sambil menangis. Sampai di rumah, korban langsung menceritakan apa yang dialaminya kepada ibunya.

Berdasarkan visum et repertum nomor: VER / 06/2021 / RUMKIT tanggal 15 Januari 2021, ditemukan luka yang diakibatkan oleh kekerasan tumpul pada korban.

“Juga ditemukan tanda penestrasi tumpul yang belum melewati selaput dara berupa warna kemerahan pada bibir kecil kemaluan,” urai jaksa. (sar)