Putusan Kasasi Jerinx “Menggantung”, Ini Penjelasan Kasi Penkum Kejati Bali

Jerinx saat menjalani sidang di PN Denpasar. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kasus ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan terdakwa I Gede Aryastina Als Jerinx akhirnya tuntas di Mahkamah Agung (MA).

Namun sebagaimana dalam putusan hakim tunggal Mahkamah Agung H. Suhardi, SH., MH pertanggal 17 Mei 2021 yang termuat dalam website resmi Pengadilan Negeri (PN) Denpasar tidak secara jelas tertulis apakah Jerinx dinyatakan terbukti bersalah atau tidak.

Sebab dalam website tersebut hanya tertulis menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi I/ Penuntut Umum Pada kejaksaan Negeri Denpasar dan Pemohon kasasi II/Terdakwa I Gede Aryastina Als Jerinx tersebut, membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp2.500,00.

Terkait putusan ini, Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali A. Luga Herlianto saat dikonformasi menjelaskan bahwa intinya putusan MA yang menolak permohonan kasasi, baik dari jaksa maupun dari penasihat hukum terdakwa mengandung makna menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Denpasar.

“Artinya putusan MA itu menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan kelompok masyarakat tertentu bedasarkan atas antar golongan sebagaimana dalam putusan majelis hakim tingkat Banding. ” jelas pejabat yang akrab disapa Luga, di Denpasar, Selasa (18/5/2021).

Jika demikian, maka penabuh drum Band Superman Is Dead ini tetap dipidana penjara selama 10 bulan, dan pidana denda sejumlah Rp10.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan sebagaimana dalam putusan majelis hakim tingkah Pengadilan Tinggi.

Luga juga menjelaskan putusan hakim Makamah Agung ini juga menunjukan bahwa  pembuktian Jaksa atas dakwaannya diterima dan dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan atau dengan kata lain tidak ada satupun putusan pengadilan yang menyatakan I Gede Aryastina als Jerinx tidak bersalah.

BACA JUGA:  Simpan 10 Paket Sabu, Pria Asal Singaraja Divonis 4,5 Tahun

Sementara terkait langkah yang akan ditempuh oleh JPU atas putusan kasasi ini Luga menjelaskan, karena kasasi adalah upaya hukum biasa terakhir, maka JPU segera melakukan eksekusi.

“Nantinya JPU akan melaksanakan eksekusi di Lapas Kerobokan sehingga status dari I Gede Aryastina alias Jerinx berubah dari terdakwa menjadi terpidana, ” tutup Luga. (sar)