Polda Bali Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Penistaan Hindu Oleh DMD

Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Ceramah Desak Made Darmawati (DMD) yang ditengarai bernada menistakan agama Hindu dan melecehkan budaya masyarakat Bali  telah meresahkan masyarakat Pulau Dewata.

“Dengan adanya video viral ini tentu meresahkan masyarakat Bali,” kata Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Selasa (20/4/2021) di Denpasar.

Namun demikian, Kapolda meminta kepada masyarakat Bali untuk tidak terpancing dan terprovokasi. Situasi keamanan Bali harus tetap dijaga agar kondusif. Karena jika terjadi gejolak hal itu akan merugikan masyarakat Bali sendiri.

“Bali ini daerah pariwisata, jika terjadi gejolak maka yang rugi adalah masyarakat Bali juga,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga berharap kepada masyarakat untuk menyerahkan dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Serahkan penanganannya kepada kami. Karena apabila ada gejolak-gejolak akan lebih memperparah kondisi pariwisata Bali yang sudah terpuruk, apalagi saat ini masih dalam pandemi,” ucapnya.

Sementara Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menambahkan, setelah viralnya video ceramah Desak Made Darmawati, pihaknya menerima banyak laporan dari berbagai elemen ormas Hindu dan tokoh masyarakat serta tokoh Hindu di Bali.

Namun demikian lanjutnya, tidak semua laporan dapat diproses dan hanya ada tiga laporan yang tengah ditindaklanjuti.

“Dari laporan tersebut saat ini sedang dilaksanakan proses penyelidikan. Kami juga sudah bentuk tim khusus dan tentunya kami berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk penanganan kasus ini dikarenakan TKP nya bukan di Bali,” ucapnya. (agw)

BACA JUGA:  Wamen LHK Alue Dohong Tanam Pohon Mangrove di Buleleng