Jual Solar Milik Perusahaan, 4 ABK Diamankan Polisi

Empat ABK penjual solar perusahaan yang diamankan polisi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Empat orang Anak Buah Kapal (ABK) KMP Seria Do Mar diamankan polisi dari Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Bali karena menggelapkan solar.

“Solar yang digelapkan merupakan milik perusahaan tempat mereka bekerja,” terang Direktur Polairud Polda Bali, Kombes Pol. Toni Ariadi Efendi di Aula Dit Polairud, Kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Para tersangka penggelapan solar yang diamankan, yakni Angga Prasetya alias Bass (27) selaku Kepala Kamar Mesin (KKM), Riky Tur Cahyono (29) sebagai masinis 1 kapal, Muhamad Ridwan (31) dan Siswanto (37) sebagai oliman di kapal.

Polisi melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari Kepala Cabang PT. Surya Timur Line, Nur Tyahyo Widodo. Setelah memiliki cukup bukti, polisi yang melakukan penyelidikan mengamankan para pelaku di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Senin (5/4/2021) sekitar pukul 23.00 Wita.

“Pada saat diamankan tidak ditemukan barang bukti. Hanya saja pada saat itu ditemukan uang Rp300 ribu yang diakui hasil penjualan solar,” beber Kombes Efendi.

Kepada petugas para tersangka mengaku jika solar yang dijual adalah solar dari kamar mesin KMP Sereia Do Mar. Solar itu diambil sedikit demi sedikit setiap kapal berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Solar kemudian ditampung dalam drum yang disimpan di atas palka kapal selama beberapa minggu. Terakhir mereka menjual 800 liter solar, Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 02.20 Wita.

“Mereka melakukan transaksi di tengah laut. Mereka membawa KMP Sereia Do Mar ke tengah laut tanpa sepengetahuan nahkoda,” terang Kombes Pol. Toni Ariadi Efendi.

“Para tersangka sudah beraksi berkali-kali. Saat ini penyidik masih mengembangkan uang hasil penjualan solar digunakan untuk keperluan apa oleh para tersangka,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dalam Sepekan, Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp10 Miliar

Selain menangkap empat ABK, polisi juga mengamankan dua orang penadah. Kedua penadah yang ditangkap, Selasa (6/4/2021) sekitar pukul 04.30 Wita, yakni Hendra Haryadi (35) dan Imam Masdoeki (50). Kedua penadah ini juga diamankan di sekitar Pelabuhan Gilimanuk.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita satu unit mobil L300 Nopol DR 8621 BZ. Mobil tersebut digunakan pelaku untuk memuat drum berisi solar yang dibeli dari para tersangka penggelapan.

“Kedua tersangka mengaku membeli solar itu Rp3,250 perliter. Ada 9 drum yang ada di dalam mobil itu. 4 drum berisi solar sebanyak 800 liter dan 5 drum lainnya kosong. Solar itu rencananya akan dikirim ke Pelabuhan Perancak, Jembrana untuk dijual,” beber Kombes Efendi. (agw)