Dipanggil Propam, Ipung Ungkap Laporan Kliennya Tak Ditangani Serius Oleh Penyidik

Siti Sapurah usai mendampingi APD di Propam Polresta Denpasar. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Propam Polresta Denpasar telah memanggil perempuan berinisial APD terkait laporan aksi penganiayaan yang dilakukan suaminya berinisial KAD beberapa bulan lalu.

“Sebelumnya kasus penganiayaan ini telah kami laporkan ke Unit 1 Satreskrim Polresta Denpasar,” ucap Siti Sapurah saat mendampingi APD di Mapolresta Denpasar, Senin (19/4/2021).

Pengacara yang juga aktivis perempuan dan anak ini mengatakan, Propam Polresta Denpasar memanggil kliennya untuk dimintai klarifikasi.

Di sana, Propam Polresta Denpasar menanyakan kronologi awal laporan yang dibuat ketika APD belum didampingi kuasa hukum.

“Jadi pada tanggal 24 Oktober 2020 sekitar pukul 09.30 Wita, klien saya datang ke SPKT Polresta Denpasar. Di sana diterima oleh polisi berpakaian preman dan klien saya disuruh melakukan visum ke RS Trijata Denpasar. Padahal saat itu klien saya mengatakan tidak membawa dompet,” tutur Siti Sapurah.

Anehnya, polisi saat itu justru tetap menyuruh APD datang ke RS Trijata tanpa memberi surat pengantar bukti lapor polisi atau dumas (pengaduan masyarakatKDRT).

Usai berobat, APD menghubungi polisi yang sebelumnya ditemui untuk bertanya apa perlu ke Polresta guna membuat laporan. Namun oleh petugas tersebut, APD disuruh pulang.

“Polisi tadi menyuruh klien saya tidak usah ke Polresta melainkan langsung pulang sembari berkata siapa tahu suami klien saya bisa baik lagi,” tutur pengacara yang akrab disapa Ipung ini.

Sampai di rumah, APD kembali mendapat penganiayaan, caci maki dan hinaan dari suaminya. APD lalu menghubungi polisi tadi dan akhirnya baru disuruh membuat laporan polisi.

Merasa kasusnya tak ditangani secara serius, APD terus berupaya bertanya namun hingga saat ini kasusnya seolah mengambang. Sehingga, kasus ini diadukan ke Propam Polresta Denpasar.

BACA JUGA:  Gagal Merampok Toko, Pelaku Nyaris Dihakimi Massa

“Tadi klien saya ditanya sebanyak 13 pertanyaan selama 4,5 jam oleh Propam Polresta

 

Denpasar. Belum ada kesimpulan, tapi tadi sempat dikatakan bahwa pemanggilan untuk klarifikasi laporan yang kami buat,” terang Ipung. (agw)