Karena Pandemi Covid Tak Bisa Pulang, WN Uzbekistan Jadi PSK di Bali

Kapolresta Denpasar tunjukkan foto warga negara Uzbekistan yang dijadikan PSK oleh Robby. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Praktik prostisusi online diungkap polisi dari Unit V Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar. Kasus ini membuat geger publik lantaran ada perempuan warga negara (WN) Uzbekistan yang turut menjadi pekerja seks komersial (PSK).

“Wanita asing tersebut awalnya datang ke Bali untuk berlibur sebelum pandemi Covid-19,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Sabtu (10/4/2021) di Denpasar.

Dikarenakan pandemi Covid, wanita asing yang sebelumnya tinggal di kawasan Kuta, Badung tersebut tidak bisa pulang ke negaranya.

Singkat cerita, ia lalu berkenalan dengan pria bernama Poltak P Manihuruk alias Robby (42) di salah satu tempat hiburan malam.

Dalam perbincangan, Robby lalu menawarinya untuk menjadi PSK. Bak gayung bersambut, wanita asal Uzbekistan ini mengiyakan.

Kepada polisi, Robby juga mengaku memiliki 3 orang perempuan asing dan 2 WNI yang dijajakan ke para pria hidung belang. Namun saat ini hanya tinggal 1 wanita asing yang menjadi anak buahnya.

Pengungkapan kasus bermula dari adanya informasi masyarakat yang menyebut pelaku menawarkan perempuan kepada laki-laki melalui WhatsApp seharga Rp2,5 juta.

Informasi ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan. Kurang dari sepekan, polisi mendapati pelaku berada di sebuah hotel kawasan Jalan Teuku Umar, Denpasar.

Tanpa buang waktu, petugas yang dipimpin Kasubnit 10 Iptu Nengah Seven Sampeyana mendatangi hotel dan menangkap pelaku bersama dua orang wanita yang ditawarkannya, Rabu (7/4/2021) sekitar pukul 21.00 Wita.

Selain mengamankan pelaku, dalam penggerebekan tersebut, alat kontrasepsi telah terpakai, sprei, handuk, kondom, handphone dan uang tunai Rp4,8 juta.

Kepada polisi, pelaku asal Medan, Sumatera Utara ini mengaku menjalankan aksinya sejak akhir tahun 2020. Dalam sehari, ia juga mengaku bisa mencarikan 5 hingga 6 orang pelanggan.

BACA JUGA:  Pasangan Sejoli Diganjar Hukuman 20 Bulan Penjara

“Untuk sementara kita tetapkan satu orang tersangka yakni sang mucikari, yang perempuan statusnya saksi,” terang Kombes Jansen. (agw)