Kapal LCT Karam di Samarinda, 120 Ton CPO Tumpah

Sungai Mahakam tercemar diduga dari minyak CPO.  (FOTO : Merdeka.com)

Beritabalionline.com – Kapal Landing Craft Tank (LCT) Mulia Mandiri 07, karam di Sungai Mahakam, kawasan Mangkupalas, Samarinda, Kalimantan Timur, pagi tadi. Diduga, 120 ton minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) tumpah ke sungai. Satu ABK dalam pencarian SAR gabungan.

Pantauan merdeka.com di lokasi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WITA. LCT berlayar dari arah Palaran, menuju dermaga Mangkupalas sekitar Jembatan Mahkota II. Tiba-tiba air masuk dari bagian depan kapal.

“Di atas LCT ada 8 ABK. Kejadiannya cepat, kemudian kapal tenggelam,” kata Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi, ditemui sekitar lokasi LCT tenggelam, Sabtu (10/4/2021) sore. Dilansir merdeka.com

Riqi menerangkan, 7 ABK selamat dari peristiwa itu. Sementara, satu ABK lainnya, Jufri (30), hilang usai kejadian. “ABK yang hilang ini sedang dalam pencarian SAR gabungan. Kalau dari keterangan ABK selamat yang kami temui, LCT tidak sedang bermuatan,” ujar Riqi.

Merdeka.com bergeser menelusuri tumpahan minyak CPO sampai ke arah kawasan Palaran, yang diduga imbas dari LCT karam. Ceceran CPO itu masih ditemukan berjarak lebih dari 9 kilometer, dan beraroma tidak sedap.

“Ini minyak CPO dari LCT tenggelam dekat Jembatan Mahkota II itu. Jam 6 pagi, minyak CPO ini sudah ada. Kalau begini, air sungai tidak bisa kami gunakan buat MCK (Mandi, Cuci dan Kakus),” kata Capli (62), warga RT 30 Kelurahan Rawa Makmur, Palaran.

Dari lokasi kejadian tumpahan minyak diperoleh informasi, LCT itu berkapasitas 120 ton CPO, yang lalu lalang berlayar di Sungai Mahakam setiap harinya. Warga pun tidak bisa berbuat banyak mengatasi tercemarnya sungai.

Kasat Polair Polresta Samarinda AKP Iwan Pamuji belum merespons tiga kali upaya konfirmasi merdeka.com, terkait peristiwa LCT tenggelam di perairan Sungai Mahakam itu.

BACA JUGA:  MUI Sebut Hakekok Balakasuta Aliran Sesat