Tahun 2020, Pemkot Denpasar Anggarkan Dana Penanganan Covid-19 Rp126,9 Miliar

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara menghadiri sidang paripurna DPRD Kota Denpasar secara virtual di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Jumat (9/4/2021).

Beritabalionline.com – Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar ke-VII masa persidangan I dengan agenda pembacaan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026 serta Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Denpasar Tahun Anggaran 2020 digelar Jumat (9/4/2021).

Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede itu dihadiri Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya yang mengikuti sidang secara virtual dari Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar.

Turut pula hadir secara langsung dan virtual, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, I Made Mulyawan Arya dan AA Ketut Asmara Putra serta anggota DPRD Kota Denpasar, dan Forkopimda Kota Denpasar.

Wali Kota Jaya Negara dalam pidato mengatakan, penyampaian Rancangan Awal RPJMD merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui dan menjadi bagian penting dari keseluruhan proses penyusunan RPJMD Kota Denpasar Tahun 2021-2026.

Penyampaian Rancangan Awal RPJMD Kota Denpasar Tahun 2021-2026 dimaksudkan untuk memperoleh masukan terkait dengan permasalahan pembangunan, isu strategis, strategi dan arah kebijakan pembangunan, program-program prioritas serta target-target pembangunan yang akan mendukung pencapaian visi dan misi Kota Denpasar Tahun 2021-2026, yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

Dijelaskan, visi ini menunjukkan kesinambungan dari visi Pemerintah Kota Denpasar sebagai kota kreatif, yang disinergikan dengan visi Provinsi Bali, yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Nawacita Presiden Jokowi Menuju Indonesia Maju”.

Visi tersebut nantinya akan direalisasikan lewat misi, yakni meningkatkan kemakmuran masyarakat Kota Denpasar. Menjaga stabilitas keamanan dengan terkendalinya Kamtibmas, ketahanan pangan, dan kesiapsiagaan bencana. Juga kejujuran dan spirit Sewakadarma sebagai penguat reformasi birokrasi menuju tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance).

BACA JUGA:  Pada Peringatan HUT Provinsi Bali, Rai Mantra Sebut Pemkot-Pemprov harus Bangkit Bersama di Masa Pandemi Covid-19

Selain itu, misi selanjutnya adalah unggul dalam kualitas SDM, pemanfaatan teknologi dan inovasi menuju keseimbangan pembangunan berbasis Tri Hita Karana. Serta penguatan jati diri dan Pemberdayaan Masyarakat Berlandaskan kebudayaan Bali.

Berkaitan dengan LKPJ Kota Denpasar, Jaya Negara menerangkan, untuk tahun anggaran 2020 Pemkot Denpasar menganggarkan dana untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 sebesar Rp126.921.540.102,50 dan terealisasi Rp100.228.803.562,00. Pada tahun anggaran 2020,  pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1.947.478.202.444,12 realisasinya mencapai Rp1.929.055.114.294,47.

Jaya Negara juga mengatakan, pengelolaan belanja daerah diprioritaskan untuk memenuhi kewajiban daerah bagi pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan dan fasilitas sosial serta fasilitas umum.

Sedangkan berkaitan dengan pembiayaan daerah penerimaannya direncanakan sebesar Rp237.423.789.571,01 yang realisasinya mencapai Rp237.423.789.571,01. Demikian pula halnya dengan Pengeluaran Pembiayaan Daerah yang direncanakan sebesar Rp4.122.716.442,00 yang realisasinya sebesar Rp4.122.716.442,00.

“Walaupun demikian IPM Kota Denpasar mengalami peningkatan dari 83,68 ditahun 2019 menjadi 83,93 ditahun 2020,” tutup Jaya Negara. (*/ist)