Masyarakat Diimbau Beli Masker Cantumkan Izin Edar Kemenkes

Pakai masker.

Beritabalionline.com – Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya menjelaskan, masker KN95 dan N95 untuk kebutuhan medis dan non medis sulit dibedakan. Masker tersebut sudah banyak dijual dan beredar di masyarakat.

“Masker KN95 dan N95 yang untuk kebutuhan medis dan non medis secara fisik sulit dibedakan, mungkin bisa melihat sekarang di lapangan itu banyak sekali yang mirip dengan N95, secara fisik itu akan sulit dibedakan, itu baru bisa dilihat setelah dilakukan pengujian,” katanya dalam diskusi virtual Kemenkes, Minggu (4/4/2021).

Menurutnya, masker N95 dan KN95 juga digunakan untuk kebutuhan non medis. Misalnya di industri pengecatan pertambangan, maupun perminyakan. Tujuannya untuk mencegah gangguan inhalasi terhadap adanya polusi dan lain-lain.

“Tapi ini bukan masker N95 dan KN95 yang diperuntukkan untuk medis, dimana tentunya uji ujinya ini tidak sesuai Bacterial Filtracion Efficiency (BFE), Particle Filtration Efficiency (PFE), Breathing Resistance ini akan berbeda,” jelasnya.

Arianti menambahkan, tidak sedikit masker non medis yang beredar. Kata dia, masker tersebut tidak memiliki izin edar dari Kemenkes lantaran tidak memenuhi standar uji sebagai alat kesehatan.

“Oleh karena itu untuk menghindari kesalahan pemilihan masker medis maka tenaga kesalahan dan masyarakat agar membeli masker medis yang memiliki izin edar alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan izin edar ini tercantum di dalam kemasannya,” terangnya.

Masyarakat, lanjut dia, bisa memastikan masker medis atau bukan bisa dilihat di infoalkes.kemkes.go.id. Selain itu, bila tenaga kesehatan atau masyarakat menemukan alat masker yang dicurigai tidak memenuhi standar, maka bisa mengadu ke e-watch.alkes.kemkes.go.id atau Halo Kemenkes 1500567.

Lebih lanjut, Ariana mengatakan, Kemenkes sudah bekerja sama dengan aparat hukum untuk menindak peredaran masker ilegal. Yang tidak sesuai peruntukannya atau tidak memiliki izin edar.

BACA JUGA:  Diduga Akibat Kebocoran Gas, Warga 4 Dusun di Karawang Alami Keracunan Massal

“Yang tidak sesuai tidak peruntukannya adalah misalnya masker itu bukanlah masker alat kesehatan, tapi diklaim sebagai masker alat kesehatan ini akan ditindaklanjuti, karena akan menyesatkan masyarakat,” pungkasnya. (*/itn)