Palsukan Surat, Pegawai Asuransi di Denpasar Terancam 6 Tahun Penjara

Terdakwa Ni Wayan Pridayanti saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Wanita bernama Ni Wayan Pridayanti (32) yang bekerja di Kantor Agensi Pru Satwika Negara – Bali, yaitu sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan PT. Prudential Life Assurance kini duduk sebagai pesakitan.

Agen asuransi jiwa dan kesehatan ini membuat surat palsu hingga mengakibatkan seorang nasabah bernama Kartika Trisna Dewi menderita kerugian yang cukup besar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan menyatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP.

“Akibat perbuatan terdakwa, saksi Kartika Trisna Dewi mengalami kerugian karena tidak mendapat seluruh manfaat pertanggujawaban dalam polis berupa memperoleh hak perlindungan jiwa atau santunan sebesar Rp920 juta, dan manfaat investasi sebesar Rp2,4 miliar lebih,” tutur jaksa dalam sidang dengan majelis hakim yang diketuai Anak Agung Made Aripathi Nawaksara, Kamis (18/3/2021) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Jaksa dalam dakwaan menerangkan, Kartika Trisna Dewi merupakan nasabah PT. Prudential Life Assurance, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa asuransi jiwa kesehatan.

Trisna Dewi merupakan pemegang polis asuransi nomor 12670971 dengan nama produk Prulink generasi baru yang diterbitkan pada tanggal 14 September 2018 dengan agen bernama I Wayan Eka Saputra.

Setiap bulan, saksi korban membayar Rp800 ribu selama 10 tahun. Pada bulan Januari 2020, saksi korban menghubungi terdakwa yang merupakan koordinator agen.

Di sana saksi mau menaikkan pembayaran dari semula Rp800 ribu menjadi Rp1 juta. Ini agar saksi korban memperoleh tambahan manfaat tanggungan kesehatan.

Namun tanpa sepengetahuan saksi korban, terdakwa merubah metode pembayaran yang awalnya auto debit menjadi pembayaran tunai.

BACA JUGA:  Sembunyikan 4 Kg Sabu Dalam Kemasan Makanan Anjing, Remaja Asal Hongkong Ditangkap Petugas

Pada bulan Maret 2020, saksi korban menerima pesan SMS dan surat dari PT. Prudential Life Assurance yang memberitahu jika ia tidak pernah melakukan pembayaran polis.

Terkejut, saksi lalu Kantor Agensi Pru Satwika Negara, Bali. Di sana saksi diberitahu jika polisnya dinyatakan tidak aktif lantaran sudah tiga kali tidak melakukan pembayaran secara berturut-turut.

“Seluruh manfaat pertanggungjawaban dalam polis menjadi tidak berlaku, karena dianggap tidak pernah melakukan pembayaran. Padahal saksi telah melakukan pembayaran Rp800 ribu sebanyak 17 kali atau sebesar Rp13 juta 600 ribu,” terang jaksa. (sar)