Otak Pembunuhan Wartawan Radar Bali Ajukan Remisi, Ini Sikap AJI Denpasar

I Nyoman Susrama pembunuh wartawan Radar Bali AA Narendra Prabangsa. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – I Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Narendra Prabangsa pada 2009 silam mengajukan remisi perubahan hukuman dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman sementara.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar angkat bicara dan menganggap permohonan I Nyoman Susrama berupa remisi perubahan hukuman dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman sementara sebagai hak terpidana.

“Itu hak terpidana, namun demikian AJI Kota Denpasar menegaskan agar pihak-pihak terkait menolak remisi tersebut,” kata Sekretaris Aji Denpasar Yoyo Raharyo, Kamis (11/3/2021) di Denpasar.

AJI menilai perbuatan yang dilakukan Susrama adalah upaya membungkam kemerdekaan pers yang telah dijamin dalam UU Pers maupun UUD 1945.

“Kemerdekaan pers adalah bagian langsung dari demokrasi warga negara. Dengan demikian, pemberian remisi pada Susrama adalah upaya membunuh kemerdekaan pers,” tuturnya.

Ditambahkan, bukan kali ini saja Susrama mengajukan remisi. Pada 2018 lalu ia mengajukan. Saat itu Presiden Joko Widodo sempat memberikan remisi untuk Susrama dari pidana penjara sumur hidup menjadi pidana penjara sementara atau 20 tahun penjara.

Keputusan Presiden Jokowi waktu itu mendapat penolakan dari berbagai pihak seperti dari keluarga korban, kalangan jurnalis atau pers secara luas, dan masyarakat sipil lainnya.

“Pada Februari 2019, Presiden mencabut keputusan yang memberikan remisi untuk Susrama,” ucap Yoyo.

Tahun ini melalui Rutan Bangli yang diteruskan ke Bapas Karangasem, kemudian ke Kanwil Hukum dan HAM Bali, serta Kementerian Hukum dan HAM yang berujung pada Presiden Joko Widodo, Susrama kembali mengajukan remisi.

AJI Denpasar bereaksi dan mengeluarkan 4 point pernyatakan sikap.

1. Menolak remisi yang diajukan I Nyoman Susrama, pembunuh jurnalis AA Prabangsa.

BACA JUGA:  Mantan Promotor Tinju, Zainal Tayeb Jalani Sidang Perdana di PN Denpasar

2. Menuntut lembaga-lembaga terkait baik Rutan Bangli, Bapas Karangasem, Kanwil Hukum dan HAM Bali, Kemenkum dan HAM, serta Presiden Joko Widodo untuk menolak permohonan remisi I Nyoman Susrama atau menghentikan proses permohonan remisi I Nyoman Susrama.

3. Pelaku kekerasan, termasuk pembunuhan, terhadap jurnalis adalah musuh kemerdekaan pers. Pelakunya harus dihukum maksimal. Dengan demikian, pemberian remisi terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis adalah musuh pers.

4. AJI Denpasar akan melakukan upaya-upaya demokratis yang disediakan negara baik demonstrasi atau dialog dengan pihak-pihak terkait agar permohonan remisi untuk I Nyoman Susrama pembunuh jurnalis Prabangsa dihentikan atau ditolak. (agw)