Dua Bandar Selundupkan 30 Kg Ganja dari Sumatera ke Bali Lewat Darat Dibekuk Polisi

Polresta Denpasar saat ekspose pengungkapan peredaran ganja 30 kilogram. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Beberapa hari lalu Satresnarkoba Polresta Denpasar mengungkap kasus peredaran narkotika. Dari dua orang bandar narkoba bernama Suhadi (40) dan Rio (28) yang diamankan, polisi menemukan 30 kilogram ganja.

“Ganja tersebut berasal dari luar Bali,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Rabu (10/3/2021) di Denpasar.

Puluhan kilogram ganja ini dikirim secara bertahap dari Sumatera menuju Bali melalui jalur darat.

Untuk menghindari petugas, pelaku tidak menggunakan kantor jasa pengiriman barang seperti yang kerap dilakukan oleh bandar narkoba lain.

Sampai di Bali, ganja tersebut kemudian disimpan di sebuah gudang di seputaran Denpasar yang sengaja disewa oleh Suhadi.

Pengungkapan kasus bermula dari adanya informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di seputaran Jalan Pulau Singkep, Denpasar Selatan.

Petugas kepolisian yang dipimpin Kanit 1 Satresnarkoba Polresta Denpasar Iptu Putu Budiartama kemudian melakukan penyelidikan di seputaran TKP, Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 11.30 Wita.

Di sana petugas curiga dengan gerak-gerik salah salah pelaku bernama Rio. Ketika dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa 5 paket besar ganja.

Guna pengembangan, tersangka lalu dibawa ke tempat kosnya di Jalan Pulau Belitung, Desa Pedungan, Denpasar Selatan. Dari dalam kamar tersangka, kembali ditemukan dua paket ganja berukuran besar.

Kepada polisi, Rio buka mulut dan mengatakan barang tersebut milik Suhadi. Tanpa buang waktu, petugas langsung memburu Suhadi dan menangkapnya hari itu juga.

Saat melakukan penggeledahan di kamar Suhadi, petugas menemukan barang bukti cukup besar berupa 94 paket ganja, hasis seberat 488 gram, sabu berat 45 gram dan ekstasi.

BACA JUGA:  Gerebek Arena Tajen, Polisi Tangkap 5 Pelaku dan Sita Puluhan Ekor Ayam Aduan

Selain narkotika, polisi juga menemukan uang tunai Rp227 juta, 6 buah buku tabungan, 3 buah kartu ATM, 9 buah handphone dan 3 buah timbangan elektronik.

“Uang ratusan juta yang kita amankan merupakan uang hasil penjualan narkotika yang mereka lakukan,” terang Kombes Jansen.

Mantan Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Papua Barat ini mengatakan, saat diperiksa kedua pelaku mengaku telah menjadi pengedar narkoba di wilayah Bali sejak 2018 silam.

“Mereka ini bandar narkoba dengan jaringan lintas Provinsi. Untuk ganja tersangka Suhadi yang merupakan otak dari jaringan mengatakan barang diperoleh dari Sumatera,” bebernya. (agw)