1,7 Ton Daging Celeng Ilegal dari Jombang Dimusnahkan Balai Karantina Denpasar

Pemusnahan daging celeng ilegal. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Balai Karantina Pertanian Denpasar memusnahkan 1,7 ton daging celeng atau babi. Daging celeng tersebut sebelumnya diselundupkan melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.

“Daging celeng dibawa dari Jombang, Jawa Timur,” terang Kepala Balai Karantina Pertanian Kls I Denpasar I Putu Terunanegara, Rabu (10/3/2021) di Denpasar.

Terunanegara mengatakan, upaya penjualan daging celeng secara ilegal masih sering dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat Bali akan daging babi cukup tinggi.

Menghindari adanya peredaran daging yang tidak sesuai untuk dikonsumsi dari segi kesehatan, Karantina Pertanian Denpasar khususnya wilayah kerja Gilimanuk melakukan pengawasan secara ketat.

“Hal ini karena Pelabuhan Gilimanuk selalu padat dan ini menjadi potensi besar sebagai tempat pemasukan media pembawa ilegal,” tuturnya.

Upaya petugas mendapatkan hasil, saat tengah melakukan razia, Sabtu (6/3/2021) dini hari, petugas curiga dengan isi yang dibawa sebuah mobil boks.

Petugas kemudian memeriksa dan mendapati daging celeng dalam jumlah besar yang dikemas dalam 29 karung. Lantaran sopir tak bisa menunjukkan kelengkapan sertifikat karantina dari daerah asal, daging tersebut kemudian disita dan dimusnahkan.

“Pemusnahan ini untuk memberikan efek jera agar tidak ada lagi pengiriman daging babi atau celeng ilegal dari luar Bali,” tutur Terunanegara. (agw)

BACA JUGA:  Bahas Hoaks, Polda Bali Kumpulkan Stakeholder Terkait