Togar Situmorang Dipolisikan, Ini Tanggapan DPN Peradi

Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokat DPN Peradi, Antoni Silo. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) angkat bicara terkait proses yang dilakukan Polresta Denpasar atas laporan terhadap pengacara Togar Situmorang.

Selaku induk organisasi tempat Togar bernaung, DPN Peradi menyayangkan sikap penyidik kepolisian yang terkesan ‘ngotot’ memproses laporan tersebut.

“Semestinya ketika menerima laporan yang melibatkan advokat, polisi terlebih dulu menghubungi induk organisasi,” kata Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokat DPN Peradi, Antoni Silo saat dikonfirmasi terkait laporan terhadap Togar, Sabtu (6/3/2021).

Antoni menerangkan, setelah menerima aduan dari Togar, pihaknya lalu memanggilnya ke Jakarta. Usai meminta keterangan dari Togar, DPN Peradi merasa ada kejanggalan dalam proses yang dilakukan oleh penyidik kepolisian.

“Oleh karena itu pada tanggal 15 Februari 2021, DPN Peradi bersurat ke Polresta Denpasar, di mana yang menjadi dasar yakni Pasal 16 Undang-undang Advokat yang berisi bahwa advokat ketika menjalankan kuasa dengan itikad baik di dalam maupun di luar pengadilan, tidak dapat dituntut secara perdata maupun secara pidana, itu konteksnya,” tuturnya.

Dijelaskan, berdasarkan Undang-undang Advokat jika seorang klien merasa dirugikan oleh advokatnya, seharusnya persoalan tersebut dilaporkan kepada induk organisasinya. Demikian pula di DPN Peradi.

Di DPN Peradi, nantinya laporan klien tersebut akan dilakukan pemeriksaan oleh komite internal atau jika di kepolisian disebut Propam.

“Andai kami menemukan pelanggaran etik, maka kepada advokat tersebut akan diberikan sanksi dan sanksi terberat adalah pemberhentian. Dan jika dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran pidana umum, kami pasti melimpahkan ke penyidik,” jelasnya.

“Sehingga dalam praktek, selalu kalau konteksnya advokat dilaporkan dalam rangka menjalankan kuasa oleh klien, biasanya teman-teman penyidik di Polda dan Polres akan memanggilnya melalui organisasinya. Namun hal ini tidak dilakukan terhadap kasus Togar,” sambungnya.

BACA JUGA:  Bawa 3 Kilogram Sabu, Dua Warga India Diringkus Polisi

Pihaknya juga secara tegas membantah jika DPN Peradi telah melakukan intervensi terhadap kewenangan penyidik kepolisian.

Menurutnya, apa yang dilakukan DPN Peradi adalah untuk menegaskan bahwa advokat merupakan penegak hukum sehingga perlakuan hukum terhadap advokat berbeda dengan mereka yang bukan berprofesi sebagai advokat. (agw)