Bapenda Denpasar Beri Keringanan dan Penghapusan Sanksi Administrasi bagi Pelaku Usaha

Pelayanan di Bapenda Kota Denpasar.

Beritabalionline.com – Wali Kota Denpasar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan keringanan pajak daerah bagi pelaku usaha dan warga Kota Denpasar.

Kebijakan yang diberlakukan serangkaian HUT ke-233 Kota Denpasar ini merupakan upaya jangka pendek untuk membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Kepala Bapenda Kota Denpasar I Dewa Nyoman Semadi saat dikonfirmasi Rabu (3/3/2021) mengatakan, pemberian keringanan pajak ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 4 Tahun 2021.

Adapun besarnya pengurangan ketetapan Pajak Terutang PBB-P2 sampai dengan tahun 2009 diberikan sebesar 50%, sedangkan untuk 2010 sampai dengan tahun 2012 mendapatkan pengurangan 25%. Keringanan ini diberikan secara otomatis tanpa aktivasi mengajukan permohonan.

Lebih lanjut dijelaskan, dengan peraturan wali kota ini juga diberikan Penghapusan Sanksi Administratif berupa bunga yang dikenakan akibat ketetapan Pajak Terutang tidak dibayar atau belum dibayar atas pajak tahun tersebut untuk meringankan beban masyarakat dalam menunaikan kewajiban PBB-P2.

“Pengurangan yang diberikan oleh Pemkot kepada pelaku usaha dan warga masyarakat diberikan hingga 31 Agustus 2021,” ujarnya.

Dewa Semadi menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melalui Bapenda mengimbau agar pelaku usaha dan warga masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk melunasi pajak terutang.

“Diharapkan dengan program keringanan pajak ini bisa meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak terutang,” ujarnya.

Dengan rutin membayar pajak, tambah Dewa Semadi, akan banyak manfaat yang diperoleh selain ikut membangun Kota Denpasar tercinta, tentu juga lebih aman karena asetnya terdata di sistem, dan juga apa bila ingin melakukan transaksi jual beli lebih mudah karena tidak ada tunggakan PBB-nya.

“Kontribusi pajak daerah selama ini menjadi tulang punggung penerimaan Kota Denpasar di mana pandemi Covid-19 yang belum berakhir sudah pasti akan mempengaruhi realisasi penerimaan pajak daerah pada tahun ini,” ujarnya. (hms)

BACA JUGA:  Sat Pol PP Denpasar Amankan Pengamen dan Orang Linglung