100 Narapidana Pecandu Narkoba di Bali Jalani Rehabilitasi

Pembukaan program rehabilitasi sosial dan medis untuk narapidana pecandu narkoba. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Sebanyak 100 orang narapidana penghuni rumah tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan di Bali yang tersangkut kasus narkotika menjalani rehabilitasi sosial dan medis.

“Ini merupakan program tahunan untuk membina dan merehabilitasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menjadi pecandu narkotika,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Rabu (3/3/2021) di Denpasar.

Rehabilitasi sosial dan medis terhadap para 100 orang narapidana dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas IIA Bangli.

Dijelaskan, peserta program rehabilitasi sosial dan medis di tahun 2021 ini lebih sedikit jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan refocusing anggaran.

“Meskipun jumlah WBP yang ikut dalam program ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya, namun semangat untuk mensukseskan program ini tidak boleh kendor,” tuturnya.

Jamaruli berharap agar program ini dapat berkesinambungan dan perlu tindak lanjut pasca pelaksanaan rehabilitasi.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Lapastik kelas IIA Bangli yang telah bersinergi dengan para konselor sehingga program ini dapat terlaksana.

“Untuk para WBP yang mengikuti program ini agar benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga nantinya setelah keluar atau bebas dari penjara dapat diterima oleh masyarakat dan menjadi manusia seutuhnya,” ucap Jamaruli. (agw)

BACA JUGA:  Polisi Tembak Residivis Usai Jambret Handphone Turis Brasil