Periksa Saksi Kasus LPD Gerogak, Tiga Penyidik Kejati Bali Terjun ke Buleleng

Penyidik Pidsus Kejati Bali memeriksa seorang saksi dalam kasus di LPD Gerogak. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Setelah menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dana dalam pemberian kredit yang dilakukan pengurus Lembaga Perkreditan (LPD) di Desa Gerogak Buleleng, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali langsung tancap gas guna menyeret para pelaku ke meja hijau.

Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali A. Luga Herlianto di Denpasar, mengatakan, Senin (1/3/2021), tim penyidik yang berjumlah tiga orang diterjunkan langsung ke Buleleng untuk memeriksa sejumlah saksi.

“Tiga orang jaksa penyidik kami turun langsung ke Buleleng dan memeriksa delapan orang saksi,” kata pejabat yang akrab disapa Luga. Tiga orang saksi yang diperiksa adalah, Ketua LPD yang baru, pengawas dan satu staf di LPD tersebut.

“Para saksi ini sebelumnya pernah dimintai keterangan pada saat penyidikan umum, dan hari ini kembali diperiksa untuk memberikan keterangan kepada tiga tersangka baru,” ungkap pejabat asal Medan, Sematera Utara ini.

Ditambahkannya, ketiga tersangka baru itu masing-masing MN selaku sekretaris di LPD, NM selaku bendahara dan KS selaku karyawan dibagian kredit.  Penyidik berencana akan memeriksa kurang lebih 16 orang saksi.

Selain memeriksa saksi untuk kasus dugaan korupsi di LPD Gerogak, tim jaksa Pidus Kejati Bali juga memeriksa sejumlah saksi untuk kasus penguasaan lahan tanpa alasan hukum yang sah milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan.

Untuk kasus di Tabanan ini Luga menyebut ada tiga orang saksi yang dipanggil ke Kejati Bali untuk dimintai keterangan. Ketiga saksi ini semuanya berasal dari BPN Tabanan.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk kasus di Tabanan, kejaksaan telah menetapkan 6 oran tersangka masing-masing berinisial WS, NM, NS, IKG, PM dan MK. Keenam orang ini dijadikan tersangka karena melakukan tindak pidana korupsi terhadap aset negara berupa tanah kantor Kejaksaan Negeri Tabanan, demikian Luga Herlianto. (sar)

BACA JUGA:  Palsukan Surat, Pegawai Asuransi di Denpasar Terancam 6 Tahun Penjara