Dua Terdakwa Diduga Terlibat Jaringan Peredaran Narkotika Diadili

M. Arif Saputra dan Tio Fasha Ghozali diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk diadili. (Foto: ist)
Beritabalionline.com – Dua orang terdakwa yang ditangkap karena diduga terlibat jaringan peredaran narkotika, M. Arif Saputra dan Tio Fasha Ghozali diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk diadili.
Kedua terdakwa diadili dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 6 peket seberat 0,64 gram. Kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika.
Dalam sidang secara virtual yang dimpimpin hakim Gede Putra Astawa, Kamis (25/2/2021) masih mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan.
Dalam dakwaan yang dibacakan, kasus ini terungkap berawal dari ditangkapnya terdakwa M. Arif Saputra pada tanggal 11 Januari di salah satu warung di Denpasar saat sedang mengecas handphone (Hp).
Saat ditangkap dan digeledah ditemukan pada diri terdakwa barang bukti sabu siap edar sebanyak 6 peket dengan berat keseluruhan 0,64 gram. Kepada petugas terdakwa mengatakan barang bukti itu akan diberikan kepada seseorang.
Kepada petugas terdakwa M. Arif Saputra juga mengaku barang bukti itu didapat dari Tio alias terdakwa Tio Fasha Ghozali.
Tidak lama kemudian polisi berhasil menangkap terdakwa Tio Fasha Ghozali. Namun polisi tidak menemukan barang bukti narkotika pada diri Tio.
Polisi hanya menemukan bukti percakapan pemesanan sabu di Hp milik Tio.”Kepada petuga Tio mengaku mendapat sabu yang ada pada penguasaan M. Arif dari orang yang bernama Adis,” terang JPU.
Tidak lama berselang polisi juga menangkap Adis. Sementara dari pengakuan kedua terdakwa, mereka selama ini hanya berkerja menempel sabu dengan upah Rp50 ribu sekali tempel. (eli)
BACA JUGA:  Polisi Sebut Senjata Milik Brimob yang Hilang Pernah Ditembakkan Pencurinya