Gara-gara Utang Rp515 Ribu, Nyawa Sri Widayu Melayang di Tangan Basori

Rekonstruksi penganiayaan hingga mengakibatkan pedagang keripik pisang tewas. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Detik-detik tewasnya pedagang keripik pisang bernama Sri Widayu (47) di Warung Jawa Barokah Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan akhirnya terungkap. Ini setelah polisi menggelar rekonstruksi terkait kasus tersebut.

“Ada 28 adegan dalam rekonstruksi yang menceritakan seluruh rangkaian kejadian. Pada adegan 21 dan 22 menjadi puncak peristiwa penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas,” ucap Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Senin (22/2/2021) di Denpasar.

Dalam rekonstruski diceritakan, peristiwa bermula dari kedatangan tersangka bernama Basori Arifin (24) bersama istrinya untuk menagih utang kepada korban sebesar Rp515 ribu, Rabu (2/2/2021) sekitar pukul 20.30 Wita.

Saat itu korban menjawab akan membayar utang setelah ada uang. Tersangka lalu menambahkan agar korban tidak lama-lama membayar karena dirinya juga ditagih pengirim pisang dari Jawa.

“Nanti kalau sudah ada saya anterin ke warung sampean,” jawab korban dengan nada tinggi.

Mendengar suara korban tinggi, tersangka mengaku merasa tidak enak dengan warga sekitar dan menyuruh istrinya bernama Titik untuk berbicara.

Namun di sana korban kembali marah dan menampar wajah istri tersangka yang saat itu menggendong anaknya. Istri tersangka lalu menangis.

Melihat itu tersangka emosi dan menyuruh istrinya mundur. Tersangka kemudian mengambil helm miliknya dan memukul kepala korban di depan pintu warung.

Korban mundur dan masuk ke dalam warung namun sambil terus mengomel. Sementara tersangka yang sudah gelap mata ikut masuk ke dalam warung dan kembali memukul kepala korban dengan helm hingga helm pecah.

Selanjutnya tersangka mendorong dada korban menggunakan tangan kiri hingga membuat korban jatuh ke belakang dan kepalanya membentur almari. Korban yang sudah tak berdaya lalu jatuh terletang di atas tempat tidur.

BACA JUGA:  Hendak Tegur Pelaku Pelecehan Adik Iparnya, Siregar Malah Dikeroyok 4 Nelayan

Tersangka yang sudah gelap mata kemudian mengambil tabung gas warna hijau ukuran 3 kilogram di dekat pintu dapur.

Oleh tersangka tabung gas tersebut dipukulkan sekuat tenaga ke pelipis kanan kepala korban sehingga membuat korban sekarat dan akhirnya ditemukan meninggal dunia. (agw)