Diduga Terlibat Jaringan dan Pakai Narkoba, Kapolsek Astana Anyar Bersama 11 Anak Buahnya Terancam Dicopot dan Dipidana

Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni. ©2021 Instagram/polsekastanaanyar.

Beritabalionline.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta pengusutan kasus narkoba yang menyeret Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi bersama 11 polisi lainnya tak hanya berhenti pada sanksi pemecatan. Kompolnas juga meminta Propam Polda Jawa Barat mendalami potensi pidana lain terkait kasus tersebut.

Pidana lain dimaksud Kompolnas seperti menelusuri asal muasal dan jaringan narkoba dikonsumsi para tersangka. “Apakah mereka mengenal bandar narkoba beserta jaringannya? Atau ada dugaan menjadi backing? Atau apakah narkoba yang digunakan itu merupakan barang bukti perkara?” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarty saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (18/2/2021).

Poengky mengatakan, kasus narkoba yang menyeret Kompol Yuni Purwanti dan 11 polisi lainnya harus dikembangkan secara intensif dan komprehensif untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pengusutan secara menyeluruh dinilai Poengky penting untuk memberantas jaringan narkoba tersebut.

“Jika benar mereka diduga berhubungan dengan jaringan narkoba atau menggunakan narkoba yang merupakan barang bukti perkara, maka mereka juga harus dijerat pidana,” kata Poengky.

Poengky menyebut kasus narkoba melibatkan Kompol Yuni Purwanti dan 11 polisi tersebut sangat memalukan dan mencoreng nama baik institusi Polri. Menurut dia, para personel Korps Bhayangkara seharusnya menjaga sikap yang baik dan memberikan contoh teladan kepada anggota lainnya dan masyarakat terlebih terhadap narkoba.

“Sungguh ironis jika penegak hukum yang seharusnya memberantas peredaran narkoba malah beramai-ramai mengonsumsinya,” ujar dia.

Kompolnas sendiri memberi catatan khusus kepada Kompol Yuni Purwanti. Sebagai seorang Polwan berpangkat perwira yang hanya berjumlah sekitar 7 persen di Polri kasus itu sangat ironis.

“Seharusnya dengan jumlah yang sedikit tersebut Polwan harus bisa menunjukkan prestasi serta kualitas diri yang baik. Jika terbukti mengonsumsi narkoba, ulah Kompol Y juga telah mencoreng nama baik Polwan,” tandasnya.

BACA JUGA:  Kapal LCT Karam di Samarinda, 120 Ton CPO Tumpah

Dicopot dari Jabatan

Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dicopot dari jabatannya lantaran terlibat kasus narkoba. Polisi kini mendalami dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dalam perkara tersebut.

“Ya jadi nanti kita nanti lihat sampai sejauh apa yang bersangkutan, apakah sebagai pengguna, apakah dia sebagai pengedar, nanti kita liat,” tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2021).

Ahmad menyebut, ancaman bagi anggota Polri yang berperan sebagai pengedar narkoba adalah jelas pemecatan. Sebab itu, kini penyidik masih menelusuri sejauh mana keterlibatan Kompol Yuni dengan kasus narkoba itu.

“Nanti kita lihat perkembangannya, saat ini masih ditangani bidang Propam Polda Jabar dan tentunya kasus ini akan bisa dipidanakan,” jelas dia.

Pencopotan Kompol Yuni sebagai Kapolsek Astana Anyar tertulis dalam Surat Telegram Nomor 267/II/KEP./2021 tanggal 17 Februari 2021.

“Saat ini Kompol YP dan 11 anggotanya sedang dalam pemeriksaan Bid Propam Polda Jabar. Dan telah dilakukan test urine terhadap yang bersangkutan dan hasilnya positif,” Ahmad menandaskan.