Kawanan Kera di Kemenuh Kangin Jarah Kebun Warga

Ilustrasi kawanan kera mulai menjarah buah-buahan kebun warga.

Beritabalionline.com – Petani di wilayah Kemenuh Kangin saat ini mulai resah, akibat kawanan kera mulai menjarah buah-buahan kebun warga. Buah yang biasanya menjadi sasaran kera-kera ini adalah pisang dan buah lainnya.

Dikonfirmasi Perbekel Kemenuh, Dewa Made Neka mengakui adanya beberapa kera mulai menjarah kebun dan ada yang masuk rumah warga. Dikatakan Dewa Neka, kera-kera tersebut habitatnya ada di sepanjang Tukad
Petanu, mulai dari Wihara sampai ke selatan sekitar 5 km. “Sepanjang aliran sungai itu merupakan habitat kera, yang terbanyak ada di Air Terjun Umanyar, Kemenuh Kangin,” kata Perbekel Dewa Neka.

Diakuinya juga, kera-kera di sekitar kawasan air terjun tersebut beberapa menjarah kebun-kebun warga dan ada sebagian yang masuk ke rumah warga. “Namun kondisinya tidak seheboh yang diunggah di Medsos, kera-kera tersebut sudah sejak dulu sering mencari makan di kebun warga,” jelasnya. Hanya saja, kawanan kera yang masuk ke kebun warga ini jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya.

Dewa Neka menambahkan, salah satu penyebab kera-kera tersebut mulai menjarah kebun warga karena luas habitatnya mulai berkurang. “Dugaan kami, akibat adanya penambangan batu padas, paras di DAS Petanu, secara otomatis habitatnya menyempit, akibat pencarian Batu padas ini,” bebernya. Hal lainnya yang menyebabkan kera-kera mulai menjarah kebun warga, karena kebun-kebun di atas DAS Petanu mulai diolah warga. “Ini imbas pariwisata, dulu, kebun miliknya dipelihara sekedar, karena bekerja di sektor pariwisata, karena sudah tidak kerja, maka serius garap kebun. Sehingga saat kebun dijarah kera, mulai kewalahan,” ungkapnya.

Persoalan tersebut kini sedang dicarikan solusi bersama BKSDA Bali dan tokoh masyarakat di Kemenuh Kangin. “Kami saat ini sedang duduk bersama dengan BKSDA, tokoh masyarakat disana, mencari solusi agar tidak ada yang dirugikan,” jelasnya. Mengingat sebelumnya, Kemenuh Kangin juga berkeinginan membuka potensi wisata desa, dengan memanfaatkan Air Terjun Umanyar, yang mana disana juga terdapat habitat kera. Apapun saran di BKSDA akan dituruti, namun petani di wilayah tersebut agar nyaman berkebun. “Yang pasti, tidak mungkin memusnahkan kera-kera itu, pastinada solusi lain, salah satunya perlahan-lahan mengembalikan kondisi habitat kera ini,” tutupnya. (yes)

BACA JUGA:  HUT Bhayangkara ke-74, Patung Gajah Mada Diresmikan Polres Gianyar