8 Petugas Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Ditetapkan sebagai Tersangka Penyelewengan Dana PEN

Kejari Buleleng periksa tersangka penyelewengan dana PEN Pariwisata. ©2021 Merdeka.com/Kadafi

Beritabalionline.com – Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara membenarkan telah menetapkan 8 tersangka kasus dugaan penyelewengan bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata di Kabupaten Buleleng.

Para tersangka berasal  dari Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng. Mereka, berinisial MDSN, NYMAW, PTS, NYMS, IGAMA, KDW, NYMGG, PTB ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (11/2/2021) setelah dilakukan ekspose hasil penyidikan umum.

“Sudah penetapannya, baru 8 tersangka Itu Dispasr semua,” kata Jayalantara, saat dihubungi, Jumat (12/2/2021), seperti dikutip merdeka.com.

Mereka, ditetapkan menjadi tersangka karena ada bukti permulaan kasus dugaan penyelewengan bantuan dana PEN. “Ada bukti permulaan dan BAP saksi sudah, bukti surat terima uang itu dan barang bukti uang kita sita,” imbuhnya.

Kemudian, untuk barang bukti yang berhasil diamankan sementara Rp337 juta dan potensi kerugian sebesar Rp656 juta. “Terindikasi sementara segitu (Rp 656) Finalnya nanti, setelah saksi diperiksa semua,” ujarnya.

“Kita kan pemberkasan dulu. Karena 8 tersangka ini cukup berat untuk memberkaskan mereka semua kan beda-beda perannya masing-masing. Jadi, kita pemberkasan dulu nanti disimpulkan. Intinya sudah orang-orang yang dipandang layak bertanggung jawab,” ujar Jayalantara.

Seperti yang diberitakan, kasus dugaan penyelewengan bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata di Kabupaten Buleleng, Bali, sedang diusut oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri, Buleleng.

“Kita mengusut dana operasionalnya. Kalau dana hibah hotel dan restoran tidak ada masalah. Operasionalnya,” kata Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara, saat dihubungi, Senin (8/2).

Sementara, untuk kasus dugaan tersebut sudah ditingkatkan menjadi penyidikan. Kemudian, untuk di Kabupaten Buleleng menerima sekitar Rp 13 miliar untuk dana hibah PEN.

BACA JUGA:  Terjerat Narkotika, Selebgram Cantik Asal Jakarta Bersama 3 Rekannya Dibekuk Polisi

Dari jumlah tersebut, Rp 9 miliar atau 70 persen untuk dana hibah bagi hotel dan restoran yang terdampak pandemi Covid-19.

“Dana PEN yang turun di Buleleng 13 M sekitar itu. 9 M disalurkan untuk hotel dan restoran untuk hibahnya. Dari Rp9 M itu, yang terserap 7 M dikembalikan ke khas negara Rp2 M,” imbuhnya.

Kemudian, 30 persen dari dana PEN atau sekitar Rp3,8 miliar digunakan untuk dana operasional di Dinas Pariwisata Buleleng. Karena, ada empat program dari dana operasional ini yakni eksplore Buleleng, hibah barang, perbaikan sarana prasarana, dan bimbingan teknis.

“Ini yang 30 persen untuk operasional kegiatan di Dinas Pariwisata, ada 4 kegiatan,” jelasnya.

Kemudian, dalam dugaan kasus penyelewengan dana tersebut rencananya ada 40 orang akan diperiksa. Diantaranya, pihak hotel, restoran Dinas Pariwisata Buleleng, penyedia jasa transportasi, penyedia jasa tari seni budaya serta lainnya.

“Sekarang sudah naik ke penyidikan. Sekarang pemeriksaan ulang lagi maraton. Nanti, rencana akan diperiksa sekitar 40 orang,” ungkapnya.

Kemudian, dalam modusnya dugaan penyelewengan dana operasional tersebut, yakni mark-up dan komisi. Kemudian, untuk nilainya pihaknya belum bisa menerangkan karena tergantung dari hasil pemeriksaan.

“Nanti tergantung dari hasil pemeriksaan kita. Berapa, nilainya kita tidak bisa karena fluktuatif karena hotel yang lain belum diperiksa juga kegiatan yang lain belum diperiksa nanti kita satukan semua dan simpulkan,” demikian Jayalantara. (itn)