Kasus Tewasnya Penari Rangda yang Tertusuk Keris, Ini Kata Kapolresta Denpasar

Tari Rangda. (ilustrasi) 

Beritabalionline.com – Polisi akan mengusut kasus meninggalnya seorang penari Rangda yang tertusuk keris saat pegelaran ritual Napak Pertiwi di sebuah sanggar di kawasan Jalan Sutomo, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar, Kamis (4/2/2021) pukul 09.00 Wita.

“Sejauh ini keluarga korban tidak melapor, meski demikian kami sebagai penyidik akan mendalami peristiwa itu,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Sabtu (6/2/2021) di Mapolresta Denpasar.

Disinggung polisi terkesan hati-hati dalam melakukan penanganan meski ada korban jiwa, secara tidak langsung Kapolresta tidak membantah hal tersebut.

“Ini kan terkait budaya dan adat, tentunya kami akan lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk keluarga korban,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, anak baru gede berisinial GNEP (16) meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Wangaya Denpasar. Dari dada bagian kiri korban terdapat luka tusukan.

Informasi dirangkum, siswa SMA awalnya tengah menari mengenakan pakaian Rangda. Kemudian tujuh orang pepatih yang membawa keris menusuk korban secara bergantian. Setelah ditusuk, tiba-tiba korban roboh seperti kesurupan.

“Setelah pakaian dibuka ditemukan luka tusukan di dada sebelah kiri. Dia langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Namun pada pukul 18.30 Wita ia dinyatakan meninggal dunia,” ungkap petugas, Jumat (5/2/2021) sore.

Sementara Klian Dinas Blong Gede, I Made Rispong Arta Suda Negara didampingi Klian Adat Banjar Blong Gede Made Jaya Atmaja alias Made Rispong menceriterakan, saat itu korban mengikuti acara “Napak Pertiwi” dalam rangkaian Hari Pagerwesi.

Saat itu acara Ritual Napak Pertiwi diikuti kurang lebih 30 orang. Korban yang mengenakan pakaian Rangda diduga mengalami kerauhan. Tubuh korban dites, lalu ditusuk dengan keris yang dibawa para peserta yang terlibat dalam ritual sakral tersebut.

BACA JUGA:  Satgas Covid 19 Kelurahan Dangin Puri Bubarkan Kerumunan Warga Bermain Catur

“Tiba–tiba korban terjatuh dan tersungkur diiringi suara gamelan. Saat ditusuk dianggap tidak apa-apa. Tapi korban kemudian tersungkur, pas ditolong dan diperiksa ternyata ada darah. Bajunya dilepas lalu diketahui terdapat luka tusukan,” tuturnya. (agw)