Pemprov Gelar Vaksinasi Massal, Nakes yang Divaksin di Bali Baru 65,14 Persen

Kegiatan vaksinasi massal tenaga kesehatan Denpasar di Wantilan DPRD Bali. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Pencapaian vaksinasi terhadap tenaga kesehatan di Kota Denpasar masih di bawah kabupaten lain di Bali. Kota bisnis di Pulau Bali itu hanya mencapai 57 persen dari target yang ditentukan.

Sedangkan, di kabupaten lain seperti Gianyar dan Kabupaten Badung, kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, telah mencapai 60 persen. Padahal, menurut Dewa Indra, Kota Denpasar memiliki jumlah nakes terbanyak di seluruh Bali.

“Jumlah nakes yang divaksin sebanyak 13.000 dan baru tercapai 7.500 orang Nakes. Di seluruh Bali sudah di angka 65,14%. Sedangkan, Denpasar 57,75%, artinya, masih dibawah capaian Provinsi Bali,” kata Dewa Indra di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Kamis, (4/2/2021).

Denpasar, disebut Sekda belum maksimal melakukan vaksinasi. Padahal, Denpasar menjadi kota pertama yang melakukan vaksinasi bersama Kabupaten Badung dan Gianyar. Secara bertahap, vaksinasi diberikan kepada pejabat utama di Bali, kemudian berlanjut kepada tenaga kesehatan di bulan Februari.

Dewa Indra menyatakan, pemerintah melakukan vaksinasi masal mulai 4-5 Februari 2021. Hal itu untuk mengejar tercapainya imunitas kelompok atau herd immunity. Sesuai tahapannya, pada pertengahan Februari, vaksinasi tahap pertama terhadap tenaga kesehatan sudah selesai. Kemudian dilanjutkan, vaksinasi tahap kedua di akhir Februari.

Ia menyebutkan, kendala yang dihadapi diantaranya, para Nakes tidak cepat tanggap dengan vaksinasi dan posisi tenaga kesehatan yang jauh dari lokasi pos vaksinasi.
“Kecepatan masing-masing kabupaten untuk merespons tidak sama, ini jadi kendala yang kita hadapi,” kata Dewa Indra.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengatakan, sebelum mengikuti vaksinasi, seseorang harus memenuhi persyaratan medis di antaranya belum pernah terkonfirmasi Covid-19, tidak memilili komorbid dan tidak sedang menderita hipertensi.

BACA JUGA:  Pemprov Bali Bentuk Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Berbasis Desa Adat

“Kalau pun saat itu hipertensi, kemudian minum obat dan tensi turun, kemudian divaksin, itu tidak apa-apa. Jadi harus disembuhkan dulu gejala sakit yang saat itu sedang diderita,” kata Suarjaya.

Menurutnya, keberhasilan vaksinasi Covid-19 setelah vaksinasi tahap kedua. Sebab pada saat itu menurutnya, tubuh sudah membentuk antibodi untuk melawan penyakit.

“Keberhasilan vaksinisasi terjadi setelah tahap kedua, yakni 28 hari setelah suntikan ke 2, tubuh akan membentuk antibodi,” jelas Suarjaya.

Sementara itu, perkembangan data pandemic Covid-19 di Provinsi Bali, per Kamis (4/2/2021) mencatat ada penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 216 orang yang terdiri dari 190 orang melalui transmisi lokal dan 26 PPDN. Sementara yang sembuh bertambah 365 orang, dan meninggal dunia 9 orang.

Sedangkan jumlah secara komulatif, pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 27.343 orang, sembuh 23.311 orang (85,25 persen) dan meninggal dunia 711 orang (2,60 persen). Berikut kasus aktif pada hari yang sama tercatat 3.321 orang atau 12,15 persen. (ist)