Terima Kiriman Narkotika dari Luar Negeri, Bule Spanyol Hanya Divonis 7,5 Tahun Penjara

Terdakwa Jose Miguel Blanco Galvez yang divonis 7,5 tahun penjara. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Warga negara asing asal Spanyol, Jose Miguel Blanco Galvez yang diduga terlibat jaringan peredaran narkotika lintas negara benar-benar bernasib mujur.

Bagaimana tidak, pria yang ditangkap usai menerima paketan narkotika berupa kokain seberat 23,18 gram dan Narkotika jenis MDMA dengan berat 24,91 gram dari negara asalnya itu hanya divonis 7 tahun dan 6 bulan (7, 5 tahun) penjara.

Vonis yang dibacakan, Selasa (2/2/2021) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Puti Gde Novyartha itu jauh lebih ringan dari tuntutan yang dimohonkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Dipa Umbara.

Pada sidang sebelumnya, jaksa Dipa Umbara menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman 11 tahun penjara. Tuntutan itu dimohonkan setelah JPU menyatakan perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (1) UU Narkotika.

Dalam amar putusannya, majelis hakim pun menyatakan sependapat dengan Jaksa bawa terdakwa telah melanggar Pasal yang dimohonkan.

“Terdakwa terbukti tanpa hak melawan hukum menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman dan tanaman, ” sebut hakim dalam putusan.

Namun majelis tidak sependapat dengan tuntutan jaksa yang memohon agar terdakwa dihukum 11 tahun penjara. Majelis hakim malah memangkas hukuman yang dimohonkan JPU itu menjadi 7 tahun dan 6 bulan (7, 5 tahun) penjara.

Selain menghukum dengan pidana penjara, majelis juga menghukum agar terdakwa membayar denda Rp 1 miliar dengan ke tengah apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 bulan.

Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi pengacara Baginda Sibarani langsung menyatakan menerima. Sementara JPU Dipa Umbara masih menyatakan pikir-pikir. “Kami masih pikir-pikir yang mulia, ” kata Dipa Umbara.

BACA JUGA:  Uang Hasil Jual Handphone Curian Buat Biaya Pulang Kampung

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap usai menerima paket kiriman dari Spanyol. Paket kardus warna cokelat itu setelah dibuka polisi ditemukan ditemukan dua plastik warna putih.

Masing-masing plastik itu memiliki isi yang berbeda. Satu plastik berisi sediaan narkotika jenis kokain. Beratnya 23,79 gram bruto atau 23,79 gram neto. Sementara pada satu plastik lainnya ditemukan sediaan narkotika jenis MDMA. Beratnya 25,81 gram bruto atau 24,91 neto.

Saat diinterogasi polisi bule kelahiran Gijon, Asturias, tanggal 10 Oktober 1980 yang kini tinggal di Perumahan Graha Anyar, Jalan Raya Kembar, Kampus Unud, Gang VI Nomor 10, Lingkungan Banjar Mekar Sari Simpangan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini mengakui barang tersebut adalah miliknya.

Terdakwa mengaku mendapatkan barang tersebut dengan cara dibeli dari seseorang bernama Andres Sebastian Lira Nienhuser yang saat ini berada di Spanyol.

Memang pada saat dilakukan penggeledahan badan,petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Tapi saat kardus yang dibawanya dibuka ternyata isinya diduga narkoba.

Tak hanya mengakui barang di dalam kardus yang baru diterimanya itu, bule pemegang paspor nomor PAG831883 mengaku di rumah kontraknya juga ada simpan narkoba.

Selanjutnya pukul 15.00 Wita polisi mendatangi rumah kontrakan tersangka di Perumahan Graha Anyar, Jalan Raya Kembar, Kampus Unud, Gang VI Nomor 10, Lingkungan Banjar Mekar Sari Simpangan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Ditempat ini polisi menemukan sebuah kotak besi berwarna biru hitam bertuliskan JOYKO. Setelah dibuka ternyata di dalamnya terdapat 3 gumpalan hitam yang diduga mengandung sediaan narkotika jenis hasish. Dua gumpalan itu setelah ditimbang memiliki berat total 19,84 gram netto. (sar)