Tak Terima Jerinx Divonis Hukuman 10 Bulan Penjara, Jaksa Ajukan Kasasi

Jerinx saat di Pengadilan Negeri Denpasar. (FOTO : Sar/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali yang menyidangkan kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan terdakwa I Gede Aryastina alias Jerinx akhirnya mengajukan upaya hukum kasasi.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kasi Penerapan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali A. Luga Herlianto, Kamis (27/1/2021). Pejabat yang akrab disapa Luga ini mengatakan, tim JPU secara resmi mendaftarkan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) melalui Pengadilan Negri (PN) Denpasar, Kamis (27/1/2021).

“Hari ini, Kamis (21/1/2021) tim Jaksa sudah secara resmi menyampaikan ke Pengadilan bahwa terhadap kasus atas nama terdakwa I Gede Aryastina pihaknya menyatakan kasasi, ” ungkap Luga.

Terkait apa alasan jaksa mengajukan upaya hukum kasasi, Luga mengatakan belum tahu. “Kalau saat ini kami belum tahu apa alasan jaksa mengajukan kasasi. Nanti setelah jaksa selesai menyusun memori kasasi, baru kami sampaikan alasannya, ” pungkas pejabat asal Medan ini.

Seperti diketahui, Jaksa penuntut sebelumnya menuntut penggebuk drum band Superman Is Dead (SID) dengan pidana penjara selama 3 tahun karena dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana ujaran kebencian.

Perbuatannya sebagai dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) Undang-undang R.I. No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang R.I. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tapi tuntutan itu “ditolak” majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi yang kemudian hanya menjatuhkan vonis 14 bulan atau 1 tahun 2 bulan penjara.

Atas putusan itu, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dimotori Otong Hendra Rahayu setelah meminta waktu pikir-pikir selama sepekan akhirnya mengajukan banding. Hasilnya, majelis hakim tingkat banding memangkas hukuman Jerinx dari 14 bulan mejadi 10 bulan penjara.

BACA JUGA:  Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Pengacara dan Seorang Wanita Dipolisikan

Seolah tidak terima suami Noara Alexander itu hanya divonis hukuman 10 bulan penjara, tim JPU Kejati Bali melakukan upaya hukuman kasasi ke Mahkamah Agung (MA). (sar)