Mobil Dikeprok saat Lagi Belanja, Pengunjung Toko Bangunan Alami Kerugian Puluhan Juta

Afrit, korban pencurian dengan modus keprok kaca mobil. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Aksi pencurian dengan modus keprok kaca terjadi. Kaca mobil milik pria bernama Afrit Matheos Bonik Ingunau (38) dipecah pelaku saat parkir di toko bangunan di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar.

“Saya kehilangan tiga tas berisi kamera, laptop, iPhone 6S dan barang lain. Dengan kejadian itu saya mengalami kerugian sekitar Rp40 juta,” tuturnya saat ditemui, Jumat (22/1/2021) di Denpasar.

Peristiwa bermula saat korban beralamat tinggal di Perumahan Beranda Bukit, Banjar Kaja Jati, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung ini datang ke TKP, Senin (21/12/2020) sekita pukul 19.30 Wita.

Usai memarkir mobilnya yakni Daihatsu Terios warna putih dengan nomor polisi DK 1494 FJ di halaman parkir bagian depan toko, korban masuk untuk berbelanja.

Selesai berbelanja sekitar pukul 20.10 Wita, korban bersama istrinya kembali ke mobil. Di sana korban baru mengetahui kaca mobil sebelah kanan bagian belakang sudah pecah. Korban lalu mengecek dan tas berisi barang miliknya hilang.

“Saya langsung melapor kepada manajemen toko, namun anehnya antara sekuriti dan manajer toko saling lempar tanggungjawab,” tuturnya.

Lantaran tak ada solusi, malam itu juga korban asal Kupang, NTT ini kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kantor polisi.

Sebulan berlalu, pria yang bekerja sebagai sopir lepas ini merasakan tidak ada itikad baik dari managemen toko. Padahal peristiwa yang dialaminya terjadi di areal toko dan saat ia tengah belanja.

Oleh karena itu ia kembali datang bersama Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) Bali untuk mempertanyakan terkait SOP pengamanan di sini.

“Saya belum terima karena saat itu pihak manajemen toko sempat bilang barang yang hilang ditanggung konsumen itu sendiri,” ujarnya kesal.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Pencuri Sepeda Gayung Milik Anggota Polri

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengaku belum menerima informasi dari petugas yang menangani. (agw)