Terungkap, Pelaku dan Korban 3 Tahun Pernah Menjalin Hubungan Asmara

Barang bukti diamankan polisi saat ungkap kasus pembunuhan wanita bule asal Slovakia. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Perempuan asing warga negara Slovakia bernama Andriana Simeonova (29) dibunuh di rumah kontrakannya Jalan Pengiasan III NO 88, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Pelakunya mantan pacar korban bernama Lorens Parera (30).

“Pelaku merasa sakit hati setelah diputus oleh korban,” ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (21/1/2021) di Mapolsek Denpasar Selatan.

Kapolresta menerangkan, pelaku dan korban saling mengenal ketika keduanya bekerja di salah satu perusahaan di Papua. Korban saat itu menjadi manager, dan pelaku sebagai kapten kapal.

Keduanya lalu menjalin hubungan asmara selama 3 tahun. Bahkan pelaku juga pernah dua kali diajak ke negara korban di Slovakia.

Awal 2020, korban lalu pindah ke Bali dan mengontrak rumah di TKP. Pelaku menyusul ke Bali dan bekerja sebagai kapten kapal di salah satu perusahaan di kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung.

Petaka muncul ketika korban mengatakan ingin putus hubungan dengan pelaku. Padahal, korban sempat mengatakan mau menikah dengan pelaku.

Tak terima diputus, pelaku kemudian datang ke rumah kontrakan korban, Senin (18/1/2021) sekitar pukul 19.00 Wita. Kedatangan pelaku untuk meminta maaf agar korban mau kembali, serta meminta maaf karena telah membawa sepeda motor milik korban.

“Pada saat datang ke TKP, pelaku sudah mempersiapkan pisau untuk jaga diri jika ada perlawanan dari korban, karena antara korban dan pelaku sudah sering ribut,” kata Kapolresta.

Benar saja, di sana terjadi keributan lantaran korban tidak mau memaafkan serta mengusir pelaku dengan menggunakan sapu ijuk.

Pelaku yang emosi lalu mengambil pisau dari kantong jas hujan dan menusukkan ke arah leher serta mengoyaknya hingga korban terluka parah dan tewas bersimbah darah.

BACA JUGA:  Kuasa Hukum Sudikerta Lakukan Terobosan untuk Penyelesaian Kasus Kliennya

Usai melakukan aksinya, pelaku mencuci pisau di kolam. Setelah itu pelaku mengambil handphone milik korban di atas meja dapur dan mematahkannya.

Handphone tersebut kemudian dibuang di sebuah di lahan kosong sebelah rumah korban agar tidak ada yang bisa menghubungi korban.

Pelaku akhirnya dibekuk di tempat kerjanya di daerah Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung tak lama setelah jasad korban ditemukan, Rabu (20/1/2021) sekitar pukul 10.30 Wita. (agw)