Sudah 601 Orang Kehilangan Nyawa di Bali Akibat Covid-19

Update data Covid-19 Provinsi Bali per Selasa (19/1/2021).

Beritabalionline.com – Dari jumlah komulatif pasien yang meninggal dunia akibat terpapar virus Corona atau Covid-19 di Bali per Selasa (19/1/2021) total menembus angka 601 orang (2,74 persen) setelah hari ini ada penambahan 6 pasien meninggal dunia.

Dari angka tersebut, kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia paling banyak terdapat di Kota Denpasar, yaitu 125 orang, menyusul Kabupaten Gianyar 92 orang, Badung 78 orang, Buleleng 75 orang, Tabanan 73 orang, Karangasem 53 orang, Bangli 40 orang, Jembrana 36 orang, Klungkung 23 orang, domisili luar Bali 2 orang, dan warga negara asing (WNA) 4 orang.

Sementara jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Bali yang masih dalam perawatan mencapai 2.395 orang. Dari sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata, pasien positif paling banyak dirawat dari Kota Denpasar sebanyak 651 orang.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, untuk hari ini (Selasa, 19/1/2021) saja, ada penambahan 247 kasus baru Covid-19 (225 orang melalui transmisi lokal dan 22 PPDN).

Sedangkan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali total sebanyak 21.929 orang terdiri dari 21.880 WNI (99,78 persen) dan WNA 49 (0,22 persen).

Pada hari yang sama juga tercatat ada penambahan 227 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Pasien yang sudah sembuh karena dari Covid-19 di Provinsi Bali secara kumulatif menjadi 18.933 orang atau 86,34 persen.

Mengawali tahun 2021, Gubernur Bali kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 01 Tahun 2021 pada tanggal 6 Januari 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

SE itu menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

BACA JUGA:  Putri Koster: Jangan Gengsi Gunakan Bahasa Bali

SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali Pergub No. 46 Tahun 2020 yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar protokol kesehatan (Prokes). Besaran denda yang diterapkan adalah Rp100.000 bagi perorangan, dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

“Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021. Karena itu masyarakat hendaknya tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan kapan pun dan dimana pun,” demikian Dewa Indra. (sdn)