Sempat Sembunyi di Singapura, Kejati Bali Tangkap DPO Kasus Jual Beli Saham Senilai Rp38 Miliar

Terpidana Suryady Azis (baju putih) saat berada di Kejari Gianyar. (FOTO : Sar)

Beritabalionline.com  -Terpidana Suryady alias Suryady Azis yang merupakan DPO Kejati Bali sejak Desember 2020 dalam perkara jual beli saham PT Bali Rich Mandiri dengan kerugian Rp38 miliar akhirnya menyerahkan diri.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali A Luga Harlianto mengatakan, sejak dinyatakan DPO, Suryadi Azis sempat berada di Singapura.

“Setelah mengetahui dirinya menjadi DPO, terpidana lalu menghubungi pengacaranya dengan mengatakan akan menyerahkan diri ke Rutan Gianyar,” kata Luga di Denpasar, Selasa (19/1/2021).

Atas keinginan terpidana tersebut, penasihat hukum Suryady kemudian menghubungi Kasi Pidum Kejari Gianyar dan menyampaikan bahwa Suryady akan menyerahkan diri ke Rutan Gianyar untuk melaksanakan Putusan Mahkamah Agung RI No 544/K/Pid/2020 tanggal 30 Juni 2020.

Kemudian, Senin (18/1/2021) Suryady yang divonis 4 tahun 6 bulan ini berangkat dari Singapura menuju Bali dengan terlebih dahulu transit di Jakarta.

“Kemudian tadi malam sekitar pukul 19.00 Wita, terpidana Suryady dengan didampingi penasehat hukumnya tiba di Rutan Gianyar dan langsung dilaksanakan eksekusi Putusan Mahkamah Agung,” jelasnya.

Selain Suryady Azis, kasus ini juga menyeret 5 orang yakni Tri Endang Astuti, Asral, Hartono, I Hendro Nugroho Prawiro Hartono dan I Putu Adi Mahendra.

Dengan menyerahnya Suryady Aziz, seluruh terpidana yang sebagian sempat kabur akhirnya telah menjalani eksekusi dengan mendekam di Rutan Gianyar. (sar)

BACA JUGA:  Pistol Kapolsek yang Dicuri Sempat Ditawarkan Rp500 Ribu di Pasar Kreneng