Mulai Besok Seluruh Sampah Perkotaan di Klungkung Masuk TOSS Karangdadi

Bupati Suwirta saat tinjau TOSS Center Karangdadi. (Foto: ist)

Beritabalionline.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengunjungi TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, akhir pekan lalu.

Kegiatan ini dilakukan guna menggenjot dan mengoptimalkan fungsi TOSS dalam menuntaskan permasalahan sampah perkotaan.

Mulai Selasa (19/1/2021) seluruh sampah perkotaan masuk TOSS Kusamba termasuk juga sampah dari tiga pasar (Pasar Galiran, Pasar Seni Semarapura dan Pasar Kusamba).

“Setelah bangunan TOSS Center selesai dan telah diupacarai saya sengaja sering sering mengunjungi TOSS Center Kusamba ini. Saya langsung genjot TOSS Center agar bisa berfungsi maksimal dalam menuntaskan sampah perkotaan.” ujar Bupati Suwirta.

Di TOSS Center kini sudah tersedia berbagai inovasi pengolahan sampah. Untuk sampah plastic pihaknya telah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) dan Koperasi. Semua sampah plastik akan dipilah lanjut oleh koperasi sehingga mampu dijual dengan harga maksimal. APSI juga segera akan pasang alat pres plastik, mesin pemilah serta alat timbangan. Sedangkan untuk sampah organik akan dijadikan produk turunan seperti Pupuk Ozaki ( melalui metode sel sampah dan gunungan terbuka), sedangkan Kompos Bio Gold dan Kompos Curah dari hasil fermentasi serta pelet sebagai bahan bakar gasifire.

Saat melakukan kunjungan, alat berat juga tampak sedang terus bekerja untuk menata sanitasi dan tempat denplot tanaman. Bahkan rencananya tempat pembibitan tanaman hias yang saat ini berada di Tojan, akan dipindah ke TOSS Center.

“Dukungan masyarkat sangat dibutuhkan dan saya harapkan untuk mensukseskan program penuntasan sampah ini, Ini juga untuk melaksanakan Peraturan Gubernur Bali tentang penuntasan masalah sampah,” tegas Bupati Suwirta.

Untuk mengurangi volume sampah masuk ke TOSS, Bupati Suwirta juga berharap pemilahan telah dilakukan dari rumah. Menurutnya proses pemilahan dari rumah menjadi kunci penting untuk mempercepat proses pengolahan sampah di TOSS.

BACA JUGA:  Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Bibit Lobster Senilai Rp2,6 Miliar Melalui Bandara Ngurah Rai

Masyarakat juga diharapkan bisa membuat Bangdaus (lubang daur ulang sampah) di rumah masing masing, sehingga sampah organik bisa selesai di rumah masing masing dan nantinya bisa menghasilkan kompos secara mandiri dari Bangdaus ini.

“TOSS ini bukan segalanya tapi tetap peran masyarakat yang paling utama dalam pemilahan sampah. Bayangkan sampah yang diambil petugas tidak dipilah berbagai kotoran bercampur, maka para petugas akan sangat lama memilahnya, belum lagi bau tidak sedap dan dampak kesehatan yang ditimbulkan kepada para petugas. Walau itu sudah menjadi tugas mereka, mari kita hargai juga mereka agar tetap sehat dan kerja lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu untuk sampah desa, dengan Perubahan Peraturan Bupati, maka tahun 2021 seluruh desa mampu membuat Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Di desa sampah cukup pilah dari rumah masing masing, kemudian masuk TOSS.

Sampah plastik selajutnya dirapikan dan dijual lewat Bumdes ke Koperasi di TOSS Center atau bisa ke Pengepul sampah plastik yang lain. Sedangkan sampah organik dicacah menjadi sampah curah atau pupuk ozaki.

“Desa harus segera sosialisasi pemilahan sampah dari rumah dan segera bangun TOSS sederhana. Program GEMA Tansaplas juga akan segera kita lakukan serentak sampai ke pelosok desa dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Mari semua peduli dengan lingkungan dan mari kita berproses jangan banyak protes,” tegasnya. (tim)