Dua Hari Sebelum Dibunuh, Cewek BO di Denpasar Sempat Layani Beberapa Pria Hidung Belang

Kamar tempat korban dibunuh dipasang police line. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Perempuan muda berinisial DFL (23) yang menjadi korban pembunuhan di kamar sebuah Homestay Jalan Tukad Batanghari, Gang X No 12, Panjer, Denpasar Selatan dikabarkan belum lama tinggal di Bali.

Informasi diperoleh, korban asal Jawa Barat yang diketahui sebagai cewek booking out (BO) ini baru tiba di Bali, Kamis (14/1/2021).

“Korban kemudian menumpang di kamar temannya bernama Dianty (22) yang sudah terlebih dulu tinggal di TKP,” ucap sumber beritabalionline.com di lapangan, Senin (18/1/2021).

Sehari menumpang di kamar Dianty, korban lalu menyewa kamar sendiri yakni kamar nomor 1. Setelah pindah kamar, korban yang memiliki anak satu ini dikatakan sempat melayani beberapa orang laki-laki hidung belang.

“Selama dua hari tinggal di sana, ada lima orang katanya sudah sempat dilayani oleh korban,” tutur sumber.

Sementara dari keterangan Dianty, sebelumnya korban sempat makan di dalam kamarnya, Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 01.20 Wita.

Setelah makan korban kembali ke kamarnya yang berhadap-hadapan dengan kamar saksi, sementara ia istirahat tidur.

Namun tiga puluh menit kemudian, saksi terbangun lantaran ada suara teriakan dan berisik berupa bunyi suara kaki gedebuk-gedebuk dari dalam kamar korban.

Saksi yang penasaran lalu bertanya kepada korban melaui WhatsApp yang isinya “PP, Aman Yuk, gedebag-gedebeg sih siapa, PP aman?”.

Dikarenakan korban tidak membalas, saksi mencoba menelpon beberapa kali namun tidak diangkat oleh korban. Khawatir terjadi sesuatu, saksi lalu menelpon penjaga rumah homestay untuk menemani mengetuk dan mengecek korban.

Penjaga homestay lalu mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dan pintu dalam keadaan terkunci. Setelah dicek dari kamar sebelah, terlihat korban sudah meninggal di sebelah tempat tidur dengan posisi tengkurap dan berlumuran darah.

BACA JUGA:  Pria Ngamuk Bawa Parang Dijebloskan ke Sel, Diancam Hukuman 5 Tahun Penjara

“Ditemukan barang bukti berupa helm ojek olnline, jaket warna merah serta sebuah pisau lipat yang diduga sebagai alat untuk melukai leher korban,” ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Minggu (17/1/2021) di Denpasar. (agw)