Memasuki Hari Ketiga PPKM, Tim Yustisi Perketat Penertiban Prokes di Denpasar

Tim Yustisi Kota Denpasar memberi pembinaan dan sanksi fisik berupa hukuman push up untuk para pelanggar Prokes. (FOTO : Hms)

Beritabalionline.com – Tim Yustisi Kota Denpasar kembali melakukan penertiban Protokol Kesehatan (Prokes) di hari ketiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Operasi ini menyasar tempat  keramaian seperti pasar, pertokoan, ruang terbuka hijau atau taman kota dan pengguna jalan di seluruh wilayah Kota Denpasar, Rabu (13/1/2021).

Operasi penerapan Prokes yang melibatkan tim gabungan dari unsur  BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Diskes,  Dishub dan Pecalang ini, berhasil menjaring sebanyak 35 orang pelanggar.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, semua pelanggar Prokes kali ini tidak ada yang didenda. Hal ini dilakukan karena semua pelanggar menggunakan masker, namun penggunaannya tidak sesuai tempatnya.

Semua pelanggar diberikan pembinaan dan sanksi fisik yakni berupa hukuman push up. Tidak hanya itu, para pelanggar juga diberikan sanksi moril yakni menandatangani surat pernyataan tidak akan melanggar Prokes lagi.

“Jika setelah ini kembali ditemukan melanggar, maka akan diproses ke sidang Tipiring,” ungkap Sayoga.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemantuan bagi pelaku usaha agar waktu tutup tidak sampai lewat waktu yang telah ditetapkan. Jika ditemukan tetap buka lewat jam operasional yang telah ditentukan, maka akan dilakukan pencatatan dan diberikan pembinaan. Namun bila setelah diberikan pembinaan, pemilik usaha kembali melakukan pelanggaran, maka pihaknya juga akan memproses untuk disidang Tipiring.

“Saya mengajak masyarakat agar taat dan disiplin menerapkan Protokol Kesehatan  mengingat orang yang terjangkit Covid-19 semakin banyak, sedangkan fasilitas rumah sakit dan tenaga kesehatan sangat terbatas,” ajak Sayoga. (hms)

BACA JUGA:  Hari Pertama PKM, Puluhan Pengendara Tak Pakai Masker Diminta Balik Arah