Wali Kota Rai Mantra Masuk Nominasi Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021

Wali Kota IB Rai Mantra saat memaparkan Inovasi Dharma Negara Alaya secara virtual di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Senin (11/1/2021)

Beritabalionline.com – Anugerah Kebudayaan PWI Pusat bertujuan untuk memilih bupati, wali kota yang berpihak pada kebudayaan dalam pemajuan daerahnya. Terkait hal itu, telah terpilih 10 nominasi bupati dan wali kota calon Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021, dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini di Jakarta.

Salah satu calon penerima adalah Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharma Wijaya Mantra, SE., MSi, yang berada di urutan kedua setelah Wali Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sedangkan 8 calon lainnya adalah Wali Kota Semarang, Bupati Tegal, Wali Kota Singkawang, Bupati Sumedang, Bupati Parepare, Bupati Majalengka, Bupati Banggai, dan Wali Kota Mojokerto.

Pelaksana AK – PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono menjelaskan, pada hari ini, Senin (11/1/2021) merupakan perkenalan dan pengundian nomor urut sebelum melakukan presentasi dan tanya jawab (pendalaman) secara langsung dengan Tim Juri pada 13-14 Januari mendatang.

“Presentasi ini merupakan tahap akhir dari proses Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Kalau proses ini lolos, bupati/wali kota tersebut berhak menerima trofi di acara puncak HPN yang rencananya berlangsung di Istana Negara dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Mengingat situasi pandemi, kami akan melakukan proses presentasi ini, dengan virtual dan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Yusuf Susilo Hartono selaku Pelaksana AK-PWI Pusat.

Sementara pada sesi perkenalan dalam waktu 3 menit hari ini, Wali Kota Rai Mantra memaparkan Inovasi Dharma Negara Alaya sebagai rancang bangun dan struktur kebaharuan inovasi Dharma Negara Alaya.

Hal tersebut meliputi arena pengembangan seni dan kreativitas, wahana pelestarian budaya, ruang penguatan identitas budaya, sarana pendidikan, sarana pemberdayaan masyarakat, ruang kreasi, apresiasi dan ekspresi budaya, destinasi wisata kreatif, dan wahana pemeliharaan warisan budaya. Manfaat dan peluang repleksi, yakni sebelum ada Dharma Negara Alaya, kegiatan seni, budaya, dan kreatifitas tersebar dan kurang terakomodir.

BACA JUGA:  Karangasem Berubah Status dari Risiko Tinggi Covid-19 Jadi Risiko Rendah

Sehingga, lanjut dia, sejak diresmikan pada 27 Desember 2019 lalu menjadi terakomodir. Di Dharma Negara Alaya potensi kolaborasi telah terjalin dengan 10 negara, yakni Australia, British, Jepang, Amerika, Republik Rakyat Tiongkok, Italia, Swiss, Hungaria, Vietnam, dan Zimbabwe.

“Jadi, di dalam satu Gedung Dharma Negara Alaya ini telah diakomodir 11 inkubator bisnis yang siap mengembangkan potensi kewirausahaan para entrepreneur muda di Denpasar,” ujar Rai Mantra. (Ist)