Korban Kekerasan Seksual pada Anak Alami Trauma Berat, Ketua UPTD PPA Denpasar Dukung PP Kebiri Kimia

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

“Tentunya kami menyambut baik keputusan tersebut,” ucap Ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Denpasar Ni Luh Putu Anggraeni saat dimintai tanggapan, Selasa (5/1/2021).

Menurutnya, dengan ditekennya PP nomor 70 tahun 2020 oleh Presiden Jokowi tentunya akan menjadi pegangan aparat penegak hukum dalam memproses pelaku kekerasan seksual khususnya terhadap anak.

“Sebelumnya para pelaku ini kan dapat diancam dengan hukuman 15 tahun, seumur hidup, hukuman mati serta ditambah hukuman suntikan kimia kebiri. Itu sempat menjadi pertentangan bagaimana pelaksanaannya, dengan adanya PP tersebut bisa dijadikan pedoman penegak hukum,” tuturnya.

Dikatakan Anggraeni, dengan adanya hukuman tambahan suntik kimia kebiri setidaknya dapat memberi efek jera terhadap para pelaku. Hal ini sebanding dengan penderitaan yang dialami para korban.

“Dampaknya ini luar biasa terhadap korban, bahkan tidak sedikit korbannya mengalami trauma seumur hidup,” ungkapnya.

Disinggung kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Denpasar, Anggraeni menyebut sepanjang 2020 terjadi 18 kasus. Korbannya anak perempuan dan anak laki-laki.

Yang mengerikan bebernya, pelaku kekerasan seksual didominasi orang terdekat seperti bapak tiri bahkan ada juga bapak kandung korban.

Ditambahkan, selain pendampingan hukum UPTD PPA Kota Denpasar juga melakukan upaya lain dengan membantu korban yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Untuk bantuan lain di luar hukum, kami bekerjasama dengan Dinas Sosial. Bantuan ini ya untuk keberlangsungan sekolah atau hal lain terhadap anak kurang mampu yang menjadi korban kekerasan seksual,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Sutarsa Tewas Tak Wajar, Tulis Surat Berisi Pesan untuk Sang Ibu