Guru SMP Dijambret saat Pergi Mengajar, Uang Jutaan Rupiah Raib

Ilustrasi penjambretan. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Perempuan bernama Ni Putu Supadmi (56) yang berprofesi sebagai guru menjadi korban jambret saat melintas di Jalan Tukad Yeh Gangga, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan.

“Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Pelaku menarik paksa tas milik korban yang berisi handphone, surat-surat serta uang tunai Rp1 juta,” ucap petugas di lapangan, Selasa (5/1/2021).

Peristiwa naas yang dialami korban bermula ketika ia hendak berangkat ke tempatnya mengajar, yakni di SMP Nasional Panjer, Denpasar Selatan dengan mengendarai sepeda motor.

Saat melintas di TKP, korban berlamat tinggal di seputaran Yang Batu, Denpasar Timur ini dipepet dua orang laki-laki dengan berboncengan sepeda motor.

Salah satu pelaku kemudian menarik paksa tas selempang yang ditaruh di bahu korban. Sadisnya, usai menarik tas salah satu pelaku menendang korban hingga perempuan paruh baya ini jatuh dari motor.

“Setelah itu pelaku kabur menuju arah ke barat. Oleh korban peristiwa yang dialaminya kemudian dilaporkan ke kantor polisi,” terang sumber.

Dikonfirmasi terpisah, Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika KP membenarkan peristiwa jambret yang dialami guru SMP.

“Iya benar, pelakunya masih lidik,” ucapnya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, seorang mahasiswi bernama Ni Made Ayu Bintari Dewi (23) menjadi korban penjambretan saat melintas di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Banjar Tegalantang, Padangsambian, Denpasar Barat.

Peristiwa bermula saat korban hendak pulang ke rumahnya di seputaran Jalan Gunung Sanghyang, Padangsambian, Denpasar Barat dengan mengendarai sepeda motor, Rabu (30/12/2020) sekitar pukul 22.00 Wita.

Pelaku berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor menarik tas miliknya yang di dalamnya terdapat dompet berisi surat-surat penting dan handphone.

BACA JUGA:  Bobol Rumah Anggota TNI, Pelaku Dibekuk saat Kabur ke Solo

“Di dalam tas ada dompet berisi STNK motor, SIM, kartu ATM, kartu BPJS dan dua handphone. Dengan kejadian ini saya mengalami kerugian sekitar Rp5 juta,” ucap korban, Sabtu (2/1/2020) di Denpasar.

Korban mengatakan pelaku saat beraksi mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam abu-abu.

Namun lantaran sudah malam dan masih shock dengan peristiwa yang dialaminya, korban baru melapor ke kantor polisi, Kamis (31/12/2020).

“Kalau saya yang penting anak saya selamat, semoga polisi dapat segera dapat mengungkap dan menangkap pelakunya,” harap orangtua korban. (agw)