Polisi Bekuk Eksekutor Teller Bank, Pelaku Berusia Dibawah Umur

Polisi memeriksa kondisi jenazah korban. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Polisi berhasil menangkap pelaku pembantaian teller bank bernama Ni Putu Widiastuti (25) di dalam rumahnya Jalan Kerta Negara, Gang Widura No. 24, Banjar Pohgading, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara.

“Iya pelaku sudah ditangkap,” kata salah petugas di Mapolresta Denpasar, Kamis (31/12/2020).

Informasi yang diperoleh beritabalionline.com menyebutkan, pelaku berinisial PAHP (14). Bocah di bawah umur ini ditangkap tim gabungan di seputaran Pelabuhan Penimbangan Singaraja, Buleleng, Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 00.40 Wita.

“Pelaku bekerja sebagai buruh bangunan, dia kos tidak jauh dari rumah korban,” ucap petugas.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy warna merah putih dengan nomor polisi DK 3114 KAR milik korban.

“Iya benar,” ucap Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya saat dikonfirmasi terkait penangkapan.

Namun Kompol Dewa Anom enggan bicara lebih jauh dengan mengatakan masih menunggu perintah Kapolresta Denpasar.

“Nanti saja lah,” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Putu Widiastuti tewas mengenaskan dengan puluhan luka benda tajam di dalam rumahnya Jalan Kerta Negara, Gang Widura No. 24, Banjar Pohgading, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Senin (28/12/2020) sekitar pukul 08.30 Wita.

Selain menghabisi nyawa korban, pelaku yang masih dalam penyelidikan membawa sepeda motor Scoopy dan sejumlah uang milik korban.

Dari keterangan salah satu warga setempat, ia sempat mendengar suara pintu gerbang rumah korban kebuka dan suara sepeda motor jenis matic keluar dari rumah korban, Senin (28/12/2020) sekitar pukul 01.00 Wita.

Peristiwa tragis yang menimpa korban pertama kali diketahui pacarnya bernama Gede Hara Yogiswara (25). Ia merasa curiga lantaran korban tidak mengangkat telepon saat dihubungi.

BACA JUGA:  Praktisi Hukum Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Sikapi Maraknya Kasus Pencurian

Saksi lalu mendatangi TKP yang ditempati korban sendirian. Sampai depan rumah korban, saksi melihat pintu rumah dalam terbuka sehingga membuat saksi kian curiga.

Saksi kemudian masuk dan di sana ia melihat ceceran darah di lantai ruang tamu. Lantaran korban dipanggil tidak menjawab, saksi lalu naik ke kamar korban di lantai dua.

Di sana saksi mendapati korban tewas mengenaskan di atas tempat tidur dengan puluhan luka benda tajam di sekujur tubuhnya. Saat itu korban hanya mengenakan BH warna putih dan celana pendek warna coklat.

Polisi yang melakukan olah TKP menemukan darah berceceran di dalam rumah korban. Selain itu, polisi juga menemukan sebuah pisau dapur di luar rumah yang diduga digunakan untuk membunuh korban. (agw)