PGN Dukung Pembubaran FPI oleh Pemerintah

Daniar Trisasongko dan Gus Yadi. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pemerintah memutuskan untuk menghentikan kegiatan dan membubarkan organisasi massa (Ormas) Front Pembela Islam (FPI). Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD di Jakarta.

“Itu sudah tepat, seharusnya sejak diketahui FPI berafiliasi dengan ISIS, mereka sudah tidak boleh lagi ada di Indonesia,” kata Panglima Komando Patriot Garuda Nusantara (PGN) Wilayah Bali, Gus Yadi terkait pembekuan FPI, Kamis (31/12/2020) di Denpasar.

Menurutnya, FPI selama ini telah membuat resah bangsa dan negara. Aksi-aksinya yang intoleran serta radikal mengancam Negara Kesatuan Negara Indonesia.

“Asas berbangsa kita telah dilanggar FPI. Mereka ini jelas-jelas tidak sesuai dengan cita-cita luhur pendiri bangsa lantaran asas mereka negara khilafah,” ujarnya bersama Ketua PGN Wilayah Bali Daniar Trisasongko.

Ditanya apakah ada persoalan pribadi atau sentimen kelompok lantaran selama ini PGN kerap berseberangan dengan FPI, Gus Yadi secara tegas menyatakan tidak ada.

Baginya, PGN akan bersikap keras jika ada organisasi apapun yang nyata-nyata tidak menjaga Kebhinekaan.

“Justru kalau anggota FPI sadar dengan kembali ke pangkuan Republik Indonesia, kita ajak bersama-sama untuk membangun bangsa ini,” tegasnya.

Ketua PGN Bali Daniar Trisasongko menambahkan, menurutnya tidak perlu lagi adanya organisasi yang membela agama Islam karena selama ini Islam telah dijaga dengan cukup baik oleh pemerintah.

“Tidak perlu lagi ada bahasa bela Islam karena pemerintah Indonesia telah membela, tidak saja agama Islam namun juga agama-agama lain yang ada di negara ini,” tuturnya.

Disinggung pentolan FPI akan membuat organisasi baru jika FPI dilarang pemerintah beraktivitas, PGN mendorong pemerintah tidak meberikan izin.

BACA JUGA:  Lima Siswa Karangasem ditetapkan Jadi Duta Anak

“Mau apapun nanti namanya, agar pemerintah tidak mengeluarkan izin. Dan kami dari PGN siap akan membubarkan jika mereka berkegiatan,” ucapnya.

Sebelumnya Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan pemerintah melarang aktivitas dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI lantaran FPI tidak lagi memiliki legal standing baik sebagai ormas maupun organisasi biasa.

Ditambahkan pula, sejak 20 Juni 2019 lalu secara de jure FPI sudah bubar sebagai ormas namun tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban umum.

“Secara de jure sejak 20 Juni 2019, FPI telah bubar sebagai ormas tetapi sebagai organisasi FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan, dan bertentangan dengan hukum seperti tindak kekerasan, sweeping, razia sepihak, provokasi dan sebagainya,” kata Mahfud kepada awak media di Jakarta. (agw)