Tim Yustisi Denpasar Jaring 41 Pelanggar Prokes

Pelanggar prokes yang terjaring Tim Yustisi Kota Denpasar.

Beritabalionline.com – Tim Yustisi Kota Dempasar kembali menjaring 41 orang pelanggar protokol kesehatan saat melakukan penertiban protokol kesehatan. Sebanyak 21 pelanggar terjaring di Jalan  G Kawi, Jalan G. Raung -Jalan Gajah Mada Kelurahan Pemecutan,  Kecamatan Denpasar Barat Selasa (29/12/2020) malam, dan 20 orang terjaring di Jalan G.Batukaru, Desa Tegal Kerta Rabu (30/12/2020).

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, dari hasil penertiban selama dua hari ini sebanyak 41 orang pelanggar yang didenda sebanyak  9 orang karena tidak menggunakan masker dan 32 orang lagi diberikan pembinaan karena  menggunakan masker tidak pada tempatnya.

Selain itu, 41 orang pelanggar  itu juga diberikan sanksi fisik maupun moral. Sanksi fisik mereka semua diberi hukuman push up, sanksi moral disuruh menyapu jalan dan menandatangangi surat pernyataan tidak akan melanggar protokol kesehatan lagi.

“Jika di kemudian hari kembali ditemukan melakukan pelanggaran kembali, maka kami terpaksa bina di Kantor Kasatpol PP Kota Denpasar,” ungkap Sayoga.

Semua sanksi itu harus diberikan agar mereka benar-benar jera dan sadar akan pentingnya protokol kesehatan. Mengingat pihaknya  telah memberikan sosialisasi selama 9 bulan. “Jika masih ada yang melanggar dan sengaja melakukan pelanggaran perlu di beri sanksi tegas,” katanya.

Dari kondisi ini, Sayoga  menegaskan kepada masyarakat untuk selalu taat protokol kesehatan terutama saat melakukan  aktivitas di luar rumah yakni selalu menjaga jarak,  gunakan masker dan selalu cuci tangan.

Menurut Sayoga, semula langkah itu harus diterapkan, karena Covid-19 menjadi kekhawatiran mengingat jumlah ruang isolasi maupun tenaga medis sangat terbatas dibandingkan jumlah orang yang terjangkit.

“Kekurangan tenaga medis harus dipikirkan salah satunya adalah masyarakat harus menaati protokol kesehatan sehingga tidak ada penambahan jumlah kasus lagi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Peternak Ayam Lokal Keluhkan Masuknya Daging Ayam dari Luar Bali Secara Bebas

Sayoga mengimbau dan mengajak masyarakat agar  menerapkan  hidup sehat. Dengan hidup sehat berarti otak sehat  pikiran jernih, sehingga tetap produtif ekonomi bisa bangkit lagi. (hms)