Enam Desa di Gianyar Dikatagorikan Kawasan Kumuh

Salah satu kawasan pemukiman kumuh di wilayah Kota Gianyar.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Setelah sebelumnya melakunan penataan kawasan pemukiman kumuh di wilayah Kota Gianyar, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan menyebutkan saat ini di Gianyar masih ada 6 desa yang dikatagorikan desa kumuh. Hal ini dijelaskan kabid Kawasan Pemukiman, DPKPP, Nyoman Sedewi, Senin (28/12/2020).

Dikatakan Sedewi, dimasukkan sebagai desa kumuh, sehingga Dinas Perkim nantinya bisa melakukan penataan sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Ini bukan mengada-ada, menjadi desa kumuh sesuai dengan indikator acuan Permen PUPR No 18 Tahun 2018,” jelas Nyoman Sedewi. Desa yang masuk katagori itu adalah; Desa Lebih, Tulikup, Pering, Bedulu, Serongga dan Desa Gianyar.

Menurutnua indikator kumuh tersebut meliputi; kepadatan perumahan dan tidak tertatanya kawasan pemukiman, jaringan lingkungan yang belum memadai, prasarana pengelolaan sampah yang belum memadai, sistem pembuangan limbah dan tersedianya air bersih.

“Ada 6 indikator utama yang menyebabkan sebuah wilayah atau desa menjadi wilayah kumuh, pada indikator itu ada skor penilaian,” jelasnya lagi.
Walau demikian keenam desa yang dikatagorikan kumuh belum masuk SK Bupati, sehingga bila sudah masuk SK, maka di tahun 2021 akan dilakukan penataan sesuai tingkat skor terendah. “Bila skor jaringan lingkungan rendah, maka akan dilakukan penataan mulai dari jaringan lingkungan, dan seterusnya,” bebernya.

Sebelumnya, Kadis PKPP,Gusti Ngurah Suastika menjelaskan semestinya tahun sebelumnya sudah dilakukan penataan. Namun penataan itu tidak bisa dilakukan karena tidak masuk dalam SK kawasan atau desa kumuh.

“Masuk sebagai wilayah kumuh, karena indikator itu, semestinya sudah dilakukan penataan. Namun hal ini tidak bisa dilakukan, karena tidak ada dalam SK yang menyebutkan itu wilayah kumuh,” terangnya. Karena terbentur SK kawasan kumuh itu, dari pemerintah pusat tidak menurunkan anggaran untuk pengentasan wilayah kumuh atau desa katagori kumuh.

BACA JUGA:  Hari ini, Jumlah Pasien Sembuh dan Positif Covid-19 di Denpasar Sama (7 Orang)

“Harus ada SK, sehingga bisa mengajukan anggaran. Akhir tahun ini sudah keluar Perda Kawasan Kumuh, dengan Perda itu sebagai acuan pengentasan wilayah kumuh,” ujarnya. (yes)