Kejar Target, Kantor Samsat Buka Layanan saat Libur Cuti Bersama

Kepala Bapenda Bali I Made Santha. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bali tetap membuka pelayanan kantor sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat) di Bali selama cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Cuti bersama tanggal 24 Desember 2020 sama tanggal 31 Desember 2020, kami tidak mengambil cuti, kami buka,” kata Kepala Bapenda Bali I Made Santha ketika dikonfirmasi terkait layanan Samsat saat cuti bersama, Minggu (27/12/2020).
Langkah ini diambil agar masyarakat yang hendak membayar pajak kendaraan tidak sampai terlambat sehingga menimbulkan denda, sekaligus menjadi strategi Bapenda Bali dalam meningkatkan PAD dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
 
“Kita tetap beri ruang pelayanan kepada masyarakat, supaya nanti jangan ada tunggakan-tunggakan atau denda. Di sisi lain ini menunjukkan bahwa kami tetap semangat, kami tetap memberikan yang terbaik dengan harapan PAD kita bisa tertopang,” tuturnya.
 
Terkait target PAD, Made Santha mengaku sesuai revisi ditetapkan angka Rp 3,4 triliun. Namun hingga, Selasa (15/12/2020) pihaknya baru mendapatkan Rp 2,6 triliun dari target.
Sebelumnya, dalam upaya meningkatan PAD dari pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), Pemerintah Provinsi Bali telah memberlakukan pemutihan dalam tiga tahap.
Tahap pertama periode 21 April 2020 sampai 28 Agustus 2020 berupa program pembebasan denda dan bunga pajak kendaraan bermotor.
Tahap kedua yakni periode 6 Juli 2020 hingga 18 Desember 2020 berupa pembebasan sanksi administrasi berupa bunga dan denda atas BBNKB II.
Kemudian untuk tahap ketiga yang berlaku dari 29 Agustus 2020 hingga 18 Desember 2020 yaitu pemutihan denda pajak kendaraan bermotor dan sanksi denda BBNKB.
Kebijakan ini mendapat respon yang positif dari masyarakat. Sejak diberlakukan pemutihan denda sampai, Selasa (15/12/2020), masyarakat yang memanfaatkan pemutihan sebanyak 521.000 wajib pajak dengan pendapatan yang dikumpulkan mencapai Rp 319 miliar.
Sementara untuk pembebasan tarif BBNKB II dimanfaatkan sebanyak 21.000 wajib pajak dengan pendapatan mencapai Rp 19 miliar. (agw)
BACA JUGA:  Dimasukkan ke Dalam Kardus, Bayi Perempuan Dibuang di Pinggir Jalan