Tipu Warga, TNI Gadungan Dibekuk saat Kencan dengan Wanita Panggilan

Pelaku penipuan yang mengaku sebagai anggota TNI AD. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Pria berinisial AK (44) diamankan personel Detasemen Polisi Militer IX-3/Denpasar lantaran mengaku menjadi anggota TNI AD. Ia dibekuk setelah menipu sejumlah warga di Denpasar.

“Warga sipil tersebut mengaku sebagai anggota intelijen Polisi Militer untuk melakukan serangkaian aksi penipuan kepada sejumlah orang,” terang Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) IX-3/Denpasar Mayor Cpm Yudhi Efrima Surya, Kamis (24/12/2020) di Denpasar.

Mayor Yudhi menuturkan, aksi penipuan dilakukan AK saat bertemu salah satu korban bernama Made Sila (59) yang tinggal di seputaran Sanur, Denpasar Selatan awal Desember lalu.

Di sana pelaku mengaku pernah sebagai anggota Paspampres yang baru sebulan tinggal di Bali dan bertugas sebagai anggota intelijen PM. Ia juga mengatakan memiliki simpanan uang Rp25 miliar di bank hasil jual tanah warisan di Jawa.

Kepada Made Lila, AK mengaku ada keperluan mendesak dan meminjam uang Rp10 juta ditambah Rp4 juta kepada istri korban bernama Bu Jero.

“Dia berjanji akan mengembalikan uang 2 kali lipat, sehingga Made Lila dan istrinya rela menjual sepeda motor, handphone, dan perhiasan emas,” tutur Dandenpom.

Beberapa hari kemudian, AK kembali melancarkan aksi penipuan terhadap Made Dani dengan meminjam uang Rp4 juta, kepada Nyoman Mudita meminjam uang Rp400 ribu, dan kepada Kadek Mahendra meminjam uang Rp850 ribu.

Modus yang dilakukan AK terhadap ketiga orang korban yang merupakan famili Made Lila ini sama yakni berjanji akan mengembalikan 2 kali lipat dari nilai uang pinjaman.

Tak berhenti di sana, Minggu (20/12/2020), AK meminjam uang Rp10 juta kepada Wayan Adi Sugiantara, kepada Kadek Sri Handayani meminjam uang Rp3 juta, dan Teguh Kartika meminjam Rp3 juta.

BACA JUGA:  Bule Amerika, Pemilik Ganja Cair Dituntut 1 Tahun Penjara

“Kepada para korban, dia ini selalu berjanji akan mengembalikan 2 kali lipat nilai uang pinjaman,” kata Mayor Yudhi.

Jengkel karena selalu berkelit ketika ditagih ditambah para korban merasa curiga dengan gaya hidup AK yang suka berpesta pora, Teguh Kartika, Kadek Mahendra, Wayan Adi Sugiantara, dan Kadek Sri Handayani lalu berinisiatif mendatangi Madenpom IX-3/Denpasar, Selasa (22/12/2020) malam.

Kedatangan mereka untuk mengetahui kejelasan identitas AK. Di sana para korban terkejut setelah mendapat jawaban dari petugas piket Denpom IX-3/Denpasar bahwa AK bukan anggota intelijen PM.

Berbekal laporan warga, maka kemudiam disusun rencana kilat penangkapan. Malam itu juga AK dibekuk di tempat kosnya di daerah Jalan Tukad Anyar I, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan saat tengah berkencan dengan seorang wanita panggilan.

“Saat diinterogasi, AK mengakui meminjam uang dan juga mengakui jika dirinya bukan anggota TNI. Karena dia merupakan warga sipil, permasalahan ini diserahkan ke Polsek Denpasar Selatan,” terang Mayor Yudhi. (agw)