Selama 2020, Kasus Narkotika di Bali Meningkat 100 Persen

Kombes Khozin dampingi Kapolda Bali saat ekspose pengungkapan kasus narkotika dengan pelaku warga asing. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Peredaran narkotika di wilayah Bali meningkat drastis pada saat pandemi Covid-19. Bahkan kasusnya meningkat 100 persen lebih dibanding dengan sebelum pandemi Covid.

“Target kita selama 2020 ini hanya 80 kasus. Tapi faktanya kita melakukan pengungkapan 183 kasus,” terang Direktur Ditresnarkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khozin yang dikonfirmasi, Jumat (25/12/2020) di Denpasar.

Disinggung faktor yang menjadi pendorong masih banyak masyarakat terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika, Kombes Khozin mengaku bahwa masalah tersebut (penyebab utamanya) tidak bisa dipastikan.

“Misal, kalau penyebabnya karena faktor ekonomi tidak juga, buktinya mereka juga pemakai selain menjadi penjual atau pengedar,” ungkapnya.

Untuk barang bukti yang disita dalam pengungkapan dari Januari hingga Desember 2020 tersebut juga dikatakan cukup besar.

“Sabu paling banyak dibanding dengan narkotika jenis lainnya,” tuturnya.

Para pelaku selain warga Indonesia juga terdapat warga negara asing. Jumlahnya mencapai 10 hingga 20 persen dari jumlah pelaku lokal.

“Pelaku warga asing yang paling banyak terlibat kasus narkotika yakni warga Rusia. Selain pemakai, mereka ada yang menjadi pengedar,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Gara-gara Postingan di Facebook, Gede Arisata Tikam Istri Hingga Tewas