Bule Prancis Pemilik 3 Pucuk Senpi Diduga Terlibat Peredaran Narkotika

Bule Prancis pemilik senjata api dan narkotika jenis sabu. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kepolisian Daerah Bali menyita tiga pucuk senjata api (senpi) saat menangkap bule asal Prancis bernama Rayan Jawad Henri Bitar (30). Dalam kasus tersebut petugas juga menemukan narkotika jenis sabu.

“Sabu yang diamankan dari tersangka seberat 5,43 gram brutto,” terang Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra saat ekspose pengungkapan kasus, Rabu (23/12/2020) di Mapolda Bali.

Sebelumnya polisi dari Ditresnarnkoba Polda Bali melakukan penyelidikan usai menerima informasi ada warga asing terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

Berbekal ciri-ciri pelaku, petugas akhirnya mengamankan pemilik paspor dengan nomor 17AF23293 ini di depan sebuah minimarket Jalan Umalas, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Senin (21/12/2020) sekitar pukul 19.35 Wita.

Namun saat melakukan penggeledahan, polisi tidak menemukan barang bukti. Tersangka lalu dibawa ke tempat tinggalnya di Villa Karisma, Jalan Umalas Klecung, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung.

Di sana petugas akhirnya menemukan barang bukti berupa dua plastik klip masing-masing berisi sabu seberat 0,44 gram brutto dan sabu seberat 5,43 gram brutto.

Dari tangan tersangka yang fasih bahasa Indonesia ini, polisi juga menemukan tiga pucuk senjata api yakni sepucuk senjata laras panjang jenis blade pistol stabilizer buatan Amerika Serikat, sepucuk jenis revolver buatan Amerika Serikat dan sepucuk senjata api jenis makarov buatan Rusia.

“Untuk narkotika masih kita dialami. Darimana ia memperoleh dan sebagainya,” ucap Direktur Ditresnarkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khozin saat mendampingi Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan tiga pucuk senjata api saat mengamankan bule Prancis yang ditengarai menjadi pengedar narkotika.

Di sana petugas kepolisian juga menemukan sebuah magazine serta puluhan butir peluru berbeda kaliber.

BACA JUGA:  Bobol Kartu Kredit Milik Wisatawan Inggris, Mahasiswi Afrika Huni Sel Polsek Kuta

Terkait darimana senjata api diperoleh tersangka yang bekerja sebagai properti ini, Irjen Pol. Putu Danu Jaya menyatakan saat ini masih dalam penyelidikan.

Pun ketika ditanya apakah senjata api pernah digunakan untuk melakukan kejahatan, Kapolda juga menjawab saat ini masih dalam pengembangan.

“Dalam kasus ini, yang bersangkutan dikenakan Undang-undang nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup,” ucap Kapolda. (agw)