Peresmian Gedung Baru, OJK Bali-NTB Diminta Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Peresmian Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara diresmikan. Peresmian dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bersama Gubernur Bali I Wayan Koster.

“Keberadaan gedung baru ini menjadi simbol semangat seluruh insan OJK dalam melayani masyarakat, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bali dan sekitarnya,” ucap Wimboh saat peresmian, Senin (21/12/2020) di Denpasar.

Wimboh mengatakan, fungsi Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara yakni mengawasi 54 bank umum, 135 BPR/S, 17 perusahaan sekuritas, satu kantor perwakilan PT. Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kemudian ada 82 perusahaan asuransi, dua dana pensiun, dua perusahaan penjaminan, satu pegadaian, 53 perusahaan pembiayaan, dan satu modal ventura,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Wimboh menyatakan, perekonomian daerah harus menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional di masa recovery.

Untuk itu, OJK terus mendukung penuh percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi peran sektor jasa keuangan dan partisipasi seluruh masyarakat di daerah yang difokuskan pada tiga hal.

Pertama, perluasan akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kedua melakukan Transformasi Digital dalam mendorong UMKM untuk Go-Digital dan berorientasi ekspor, mulai dari Bank Umum, BPR serta Lembaga Keuangan Mikro.

Ketiga meningkatkan literasi dan inklusi keuangan daerah untuk kesejahteraan
masyarakat dan kinerja pelaku usaha ultra mikro dan UMKM, terutama yang sulit dijangkau.

“Sinergi antara TPAKD dan lembaga jasa keuangan terus dibangun baik dalam
menyediakan akses keuangan dari sisi tabungan maupun pembiayaan, serta
meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha terhadap produk dan
layanan keuangan,” terangnya.

“TPAKD bersama industri keuangan di daerah harus melihat peluang ini untuk
melakukan refocusing penyaluran pembiayaan produktif kepada sektor yang terdampak dan yang mampu menyerap tenaga kerja yang besar di daerah melalui pemanfaatan teknologi,” tutupya. (agw)

BACA JUGA:  Pariwisata Bali akan Dibuka Bertahap dan Terbatas pada Kawasan Tertentu